Sementara itu, kawasan milik Pemprov Jatim yang terdampak karhutla terjadi di Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, dengan luas area terdampak mencapai 516,45 hektare atau 7 persen dari total karhutla di Jatim.
“Yang langsung menjadi kewenangan dari Pemprov ini adalah Tahura Raden Soerjo. Kebakaran terjadi di ketinggian yang luar biasa itu,” tutur Emil.
Emil mengatakan kondisi karhutla di Jatim terbagi dalam dua jenis dan strategi penanganannya berbeda untuk masing-masing peristiwa.
Untuk kondisi karhutla yang dapat dijangkau, petugas memaksimalkan upaya pemadaman melalui jalur darat.
“Dan ada dua lokasi kebakaran yang bisa dijangkau, ada yang tidak bisa dijangkau. Nah, yang tidak bisa dijangkau itu artinya memang fokus kita adalah antisipasi, membuat sekat bakar. Jangan sampai dia melebar ke permukiman,” jelasnya.
NOW ON AIR SSFM 100

