“Kami memahami ada keluarga yang menunggu kepastian. Karena itu, pencarian akan terus dilakukan secara maksimal, terukur dan terpadu dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel yang berada di lapangan,” tegas Trunoyudo.
Secara keseluruhan, lebih dari 280 personel gabungan diterjunkan dalam operasi hari ketiga. Selain Polri dan Basarnas, pencarian melibatkan TNI, Bakamla, KSOP, BPBD, unsur kewilayahan, potensi SAR, nelayan, masyarakat, media serta keluarga korban.
Sejumlah sarana juga dioptimalkan, antara lain kapal SAR, kapal patroli, rigid inflatable boat (RIB), dukungan udara, drone thermal, sarana medis dan komunikasi serta kendaraan pendukung di darat.
Polri menegaskan operasi SAR menjadi prioritas utama. Di saat yang sama, penyelidikan terkait hilangnya KM Arupadatu 1 juga berjalan paralel.
Subditgakkum Ditpolairud Polda Banten pada Rabu malam telah melakukan pendalaman dengan meminta keterangan sejumlah pihak, termasuk pemilik kapal, pekerja galangan serta pihak yang berkaitan dengan proses docking dan perbaikan kapal.

NOW ON AIR SSFM 100

