Minggu, 30 Agustus 2026

GKJW Jemaat Jombang Tampung Puluhan Muktamirin selama Muktamar ke-35 NU

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Pengurus Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Jombang. Foto: Istimewa

Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Jombang turut menampung muktamirin dengan memberikan ruang singgah gratis selama Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, 27-31 Agustus 2026.

Achmad Soleh, Perwakilan Anggota Majelis Jemaat GKJW Jemaat Jombang mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari kolaborasi lintas iman yang digagas Jaringan NU Kultural (JANUR) Jombang bersama sejumlah gereja setempat, yakni GKJW Jombang, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jombang, dan Badan Kerja Sama Antar Gereja (BAMAG) Jombang, serta Klenteng Gudo.

Kung Soleh, sapaannya, mengatakan bahwa keterbukaan menerima muktamirin untuk menginap bukan hal baru bagi gerejanya. Karena, sebelumnya GKJW juga pernah melakukan hal serupa saat Muktamar NU digelar di Jombang pada 2015.

“Kita ada hubungan emosional dengan teman-teman Islam, dan khususnya NU, itu memang GKJW ada satu kedekatan,” katanya.

Kung Soleh mengatakan, selama Muktamar ke-35 NU, GKJW menyediakan tempat menginap berupa ruangan ber-AC yang disertai dengan kasur busa, bantal, hingga kamar mandi memadai.

Para penginap yang datang ke gereja tersebut berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang yang beragam, mulai dari peserta muktamar, aktivis NU, akademisi, hingga jurnalis.

“Ada dari Manado, itu Wakil PCNU Manado. Juga ada yang dari Kebumen. Beliau ada yang dosen, ada yang Ansor, dan ada yang peneliti. Juga jurnalis dari Surabaya, termasuk jenengan semua ini kita tampung di sini,” ucapnya.

Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Jombang, Minggu (30/8/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Ia menjelaskan kedekatan GKJW dengan NU telah terjalin sejak sebelum kemerdekaan, yakni saat mayoritas warga Desa Bongsorejo yang lokasinya dekat dari Pondok Pesantren Tebuireng merupakan jemaat GKJW. Sejak saat itu, jemaat GKJW dan warga NU di sekitar Tebuireng hidup berdampingan dengan baik dan penuh toleransi.

Bahkan, ia juga mengatakan bahwa Almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga pernah mengajar di lingkungan GKJW. “Karena Jombang ini merupakan daerah atau kabupaten yang sudah diakui bahwa Jombang itu mempunyai predikat kota toleransi se-Asia Tenggara,” kata dia.

Sementara itu, Aan Anshori, Koordinator JANUR Jombang mengatakan bahwa inisiatif rumah singgah lintas iman tersebut lahir dari semangat keterbukaan dan kepedulian antarumat beragama di Jombang.

“Ini merupakan bentuk kontribusi nyata komunitas gereja di Jombang untuk memberikan kemudahan bagi siapa saja yang berkehendak baik menyukseskan Muktamar NU ke-35,” katanya.

Dari data yang dihimpun JANUR Jombang, hingga saat ini tercatat 47 muktamirin telah menempati tiga rumah singgah gratis tersebut. Mereka berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Barat, NTB, dan Kalimantan Tengah, dengan latar belakang mulai dari Banser, Muslimat, jurnalis, aktivis, hingga akademisi.

Para peserta menempati tiga lokasi, yakni Guest House GKJW Jombang, Pastori GKI Jombang, dan Guest House BAMAG di Dusun Weru, Desa Mojongapit.

Aan mengatakan, gerakan bersama tersebut menjadi cerminan semangat kebangsaan yang memperkuat posisi Jombang sebagai daerah yang toleran.

“Gerakan bersama ini menjadi cerminan nyata dari semangat kebangsaan yang menegaskan posisi Jombang sebagai Kota Santri sekaligus Kota Toleransi,” kata Aan.

Arhanuddin Salim, salah satu peserta muktamar, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Manado dan Dosen IAIN Manado memilih menginap di GKJW Jombang. Ia mengaku sengaja memilih untuk tinggal di rumah singgah milik gereja tersebut karena memiliki kedekatan dengan komunitas lintas iman di daerah asalnya.

“Saya penggiat lintas iman di Manado. Kebetulan kami juga ada jejaring lintas agama, lintas iman di Manado, jadi saya sudah biasa dengan gereja,” kata Arhanuddin.

Salim mengatakan sambutan yang diterimanya dari pengurus GKJW sejak awal berkomunikasi hingga kedatangannya di Jombang berlangsung baik.

“Menurut saya sangat membantu ya sebenarnya, bagi kami yang jauh dari Jombang, terutama yang dari Sulawesi,” tandasnya.(ris/bil/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Minggu, 30 Agustus 2026
31o
Kurs