“Dengan kendaraan yang kapasitasnya lebih besar, daya tampung penumpang meningkat dan operasional bisa lebih efisien. Kami menyesuaikan jenis kendaraan dengan kebutuhan rute agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” jelasnya.
Sementara itu, kendaraan Gran Max yang sebelumnya beroperasi di rute TIJ–Lakarsantri akan dialihkan untuk memperkuat layanan di rute lain, termasuk kawasan Terminal Menanggal dan Terminal Manukan.
Dengan skema ini, armada lama tetap dapat dimanfaatkan untuk melayani masyarakat, sedangkan mikrobus berkapasitas lebih besar ditempatkan di rute yang membutuhkan tambahan daya angkut.
Berdasarkan data Dishub Surabaya, sebelum penambahan mikrobus tersebut, armada transportasi umum di Kota Pahlawan terdiri atas 107 unit feeder dan 80 unit bus. Dari total armada feeder, sebanyak 89 unit merupakan Gran Max dan 18 unit HiAce.
Adapun 80 unit bus terdiri atas 26 unit Suroboyo Bus, 23 unit bus medium, 17 unit Trans Semanggi Suroboyo, 12 unit bus listrik, dan dua unit bus tingkat.
NOW ON AIR SSFM 100

