Kondisi tersebut membuat titik api sulit dideteksi dan membutuhkan waktu lama untuk dipadamkan.
“ Hujan atau pemadaman di permukaan belum tentu menghentikan api di kedalaman gambut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kerusakan tata kelola lahan, pengeringan gambut, pembukaan hutan, serta ekspansi perkebunan menjadi sejumlah faktor yang meningkatkan kerentanan lanskap gambut terhadap kebakaran.
Asep menilai, selama persoalan mendasar tersebut tidak diselesaikan, kebakaran hutan dan lahan berpotensi terus berulang setiap tahun, khususnya saat musim kemarau.
Karena itu, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan lahan, sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan terhadap pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran.
NOW ON AIR SSFM 100

