Menurut Supriyono, kerugian yang dialami sopir bukan hanya kehilangan kendaraan serta muatan namun juga mempertaruhkan nyawa demi menjalankan pekerjaan.
“Karena tidak hanya materi yang kami korbankan, tapi juga ketika kami harus mengorbankan nyawa hanya untuk melakukan pengiriman di beberapa tempat yang hari ini jadi ladang mereka untuk berusaha,” ujarnya.
GSJT mencatat ada 11 sopir dan kernet asal Jatim yang belum ditemukan dalam insiden KMP Virgo. Data tersebut dihimpun dari 92 komunitas sopir dan telah dicocokkan dengan manifes penumpang kapal.
“Kami ada 11 orang sesuai data yang kami terima dari 92 komunitas di Jawa Timur, dan itu sudah kami cek sesuai data manifes mereka terlibat di kapal Virgo,” kata Supriyono.
Ia mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Basarnas untuk memastikan perkembangan pencarian. GSJT juga berkomunikasi intens dengan rekan-rekan sopir di Banjarmasin yang turut membantu memantau kondisi korban.










