Ia menilai, informasi semacam ini semestinya juga terbuka bagi publik agar masyarakat dapat mengetahui rekam jejak keselamatan armada milik masing-masing perusahaan pelayaran sebelum memilih moda transportasi laut.
Trika mengingatkan bahwa kasus KM Virgo Transport 8 maupun tragedi Mutiara Sentosa yang sempat viral sebelumnya sesungguhnya hanya menjadi pemicu (trigger) yang membuka kembali persoalan keselamatan pelayaran yang sudah lama berlangsung di Indonesia.
“Kasus KM Virgo Transport 8 dan Mutiara Sentosa itu sebenarnya hanya trigger. Saya punya data dari 2002 sampai 2023, untuk kapal motor penumpang saja itu ada sekitar 104 kecelakaan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, jika rentang data tersebut ditambah dengan insiden-insiden pada 2024, 2025, hingga 2026, jumlah kecelakaan kapal penumpang di perairan Indonesia diperkirakan akan semakin bertambah.
Trika berharap, temuan-temuan ini dapat mendorong evaluasi menyeluruh, tidak hanya pada aspek teknis kapal, tetapi juga pada sistem pengawasan dan tata kelola keselamatan pelayaran nasional secara berkelanjutan.(iss/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

