Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyiapkan 15 guru SMK untuk mengikuti pelatihan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Shanghai, China pada Januari 2027.
Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jatim mengatakan, program tersebut dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan gim, animasi, dan karya digital berbasis AI.
Sebelum diberangkatkan, belasan guru tersebut mendapat pembekalan dari Dinas Pendidikan Jatim dan Boke Technology China secara daring selama dua bulan ke depan.
“Kompetensi yang diperoleh para guru harapannya dapat dikembangkan di sekolah dan memberikan manfaat bagi siswa. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya kreatif yang memiliki nilai,” terangnya, Senin (2/11/2026).
Dinas Pendidikan Jatim mendorong, kompetensi yang diperoleh para guru nantinya benar-benar diterapkan dalam di sekolah, sehingga proses pembelajaran bisa semakin kreatif dan murid juga bisa menghasilkan produk kreatif.
Aries menyatakan, penguasaan teknologi kreatif menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu diperkuat dalam pendidikan vokasi agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Sementara itu, Asih Setiani Guru SMKN 1 Banyuwangi yang menajdi salah satu peserta pelatihan mengatakan bahwa langkah tersebut membuka wawasan baru dalam proses pembuatan gim dan animasi.
Menurutnya, teknologi AI dapat membantu mempercepat proses produksi yang selama ini banyak dikerjakan secara manual.
“Selama ini kalau membuat studio animasi, kami mengerjakannya secara manual. Ternyata, proses tersebut bisa menggunakan AI. Pelatihan ini memberikan gambaran baru tentang pengembangan gim, mulai dari perencanaan hingga pembuatan aset,” tuturnya.
Saat ini, ia menilai bahwa materi yang diberikan masih sebatas pengenalan. Namun, pengetahuan tersebut menurutnya penting sebagai modal awal untuk mengembangkan metode pembelajaran sekaligus menghasilkan karya digital dengan bantuan AI.
Seperti diketahui, 15 guru tersebut merupakan peserta terpilih dari total 50 guru SMK yang sebelumnya mengikuti pelatihan daring selama 20 hari.
Mereka diseleksi berdasarkan proyek pengembangan karya berbasis AI yang diselenggarakan perusahaan teknologi China.
Sementara 35 guru yang belum terpilih dalam 15 peserta terbaik tetap mendapatkan sertifikat pelatihan dan kompetensi dari Boke Technology sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. (ris/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

