Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, hari ini, Minggu (13/9/2026), mengikuti rangkaian hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026, di Bharat Mandapam, New Delhi, India.
Agenda pertama adalah sesi pertemuan bertema “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth”.
Pertemuan para pemimpin negara anggota dan mitra BRICS itu membahas berbagai isu strategis terkait masa depan pertumbuhan ekonomi global yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebelum memasuki agenda pertemuan tersebut, Prabowo bersama para pemimpin negara yang hadir terlebih dahulu mengikuti sesi foto bersama.
Di sesi foto bersama, Kepala Negara berdiri berdampingan dengan Abdel Fattah el-Sisi Presiden Republik Arab Mesir, dan Kassym-Jomart Tokayev Presiden Republik Kazakhstan.
Selanjutnya, Prabowo berbincang dengan Narendra Modi Perdana Menteri Republik India, dan Ferdinand Romualdez Marcos Jr. Presiden Republik Filipina.
Pertemuan bersama para pemimpin negara anggota dan mitra BRICS itu menjadi momentum untuk bertukar pandangan mengenai pentingnya membangun ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Sebagai pembuka, Narendra Modi Perdana Menteri India menyampaikan pandangannya mengenai fokus Presidensi India pada prinsip ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan.
Kemudian, Prabowo Presiden RI beserta para pemimpin negara anggota dan mitra BRICS menyampaikan pandangan mengenai langkah bersama membentuk masa depan pertumbuhan global yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Sekadar informasi, Kehadiran Prabowo Presiden dalam KTT ke-18 BRICS sebagai anggota penuh merupakan langkah Indonesia untuk memperkuat peran aktif dalam kerja sama multilateral.
Keikutsertaan itu mencerminkan komitmen Indonesia untuk mendorong terbentuknya tatanan ekonomi global yang lebih seimbang, inklusif, dan memberikan ruang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang.
Dalam KTT ke-18 BRICS di India, 12-13 September 2026, para pemimpin negara anggota membahas sejumlah agenda strategis terkait penguatan kerja sama antarnegara berkembang.
Pertemuan tersebut juga mengupayakan langkah-langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi di bidang pangan, energi, pembiayaan pembangunan, serta perdagangan. (rid/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

