Bank Jatim Soerabaja Festival hari kedua di Halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (26/9/2026), berlangsung semarak.
Warga tidak hanya bisa menikmati kuliner khas Surabaya, tetapi juga menyaksikan pertunjukan musik sambil menunggu pelaksanaan Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K, Minggu (27/9/2026).
Sejumlah kuliner khas Surabaya yang dikurasi khusus hadir dalam festival ini, di antaranya semanggi, rujak cingur, sate kelapa, dawet, dan berbagai sajian lainnya.
Festival yang merupakan rangkaian Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K tersebut berlangsung hingga pukul 21.00 WIB. Hari kedua sekaligus menjadi kesempatan terakhir bagi sekitar 1.500 runners yang belum mengambil race pack untuk melakukan race pack collection.

Talitha, salah satu runners, mengatakan Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K menjadi race ketiganya. Ia pun telah meningkatkan persiapan, mulai dari latihan, menjaga pola makan dan istirahat, hingga mengonsumsi vitamin.
“Yang pasti sih latihannya jadi makin sering. Terus makan dan istirahatnya juga. Sama harus minum vitamin, sih,” kata Talitha kepada suarasurabaya.net.
Menurut Talitha, konsep Bank Jatim Soerabaja Festival membuat pengalaman mengikuti event lari terasa lebih lengkap karena peserta tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga dapat menikmati hiburan dan kuliner khas Surabaya.
“Event lari ini menurutku lebih oke ya. Karena semuanya ada, mau cari sehat ada, hiburan ada, dan kuliner juga ada,” ujarnya.

Sebelum festival berlangsung hingga malam, sekitar 150 pelari lebih dulu mengikuti Shake Out Run pada Sabtu pagi. Kegiatan tersebut menjadi pemanasan sekaligus kesempatan bagi peserta mencoba rute 5K yang akan digunakan dalam Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K, Minggu pagi.
Peserta Shake Out Run juga mendapat refreshment gratis berupa soto dan semanggi dari Bank Jatim.
Mi’roj Subhanto Asisten Vice President Corporate Secretary Bank Jatim mengatakan, Shake Out Run digelar untuk mengajak peserta berlari santai sekaligus merasakan suasana yang akan mereka temui dalam event utama.
“Selain itu ya kami ingin lihat ambience para peserta. Jadi punya gambaran acara besok bakal seperti apa,” katanya.
Pemilihan soto dan semanggi sebagai refreshment juga menjadi bagian dari konsep “Energy of Soerabaja” yang diusung Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K.
Ia mengatakan, kuliner lokal sengaja dikenalkan kepada para peserta, termasuk runners yang berasal dari luar Surabaya.
“Sehingga yang kita bawa atau sajikan untuk para pelari, yang beberapa di antaranya juga bukan orang Surabaya, untuk mencicipi kuliner khas kota ini,” ungkapnya.
Ami menambahkan, Bank Jatim sebagai sponsor utama telah menyiapkan berbagai kebutuhan event. Namun, persiapan pribadi para runners tetap menjadi faktor penting sebelum mengikuti lomba.
“Kami selaku sponsor utama, berusaha sebaik mungkin mempersiapkan sebaik mungkin agar teman-teman pelari bisa enjoy. Namun yang tidak kalah penting adalah persiapan diri peserta secara pribadi,” tuturnya.
Ia mengingatkan runners untuk menjaga kondisi fisik, cukup beristirahat, dan melakukan carbo loading sebelum lomba.

Memasuki sore hingga malam, suasana festival semakin ramai dengan penampilan sejumlah musisi.
Pawitra Band menjadi salah satu penampil. Ve, vokalis Pawitra Band, mengatakan bahwa grupnya sengaja tidak menyiapkan daftar lagu secara ketat agar dapat lebih banyak memenuhi permintaan pengunjung.
“Kali ini memang kami nggak ingin kayak band kebanyakan, ya. Kami ingin menyenangkan hati pengunjung, jadi lebih banyak terima request lagu,” katanya.
Meski mengutamakan request penonton, Pawitra Band tetap membawakan tiga lagu milik mereka sendiri, yakni “Pura-Pura”, “Elegi Sore”, dan “Intensi Asa”.
“Karena kami juga pendatang baru, kami juga tetap bawakan tiga lagu milik sendiri,” ungkap Ve.
Penampilan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Pawitra Band untuk kembali tampil dalam kegiatan yang digelar Suara Surabaya Media.
“Penampilan ini sekaligus mengobati rasa kangenku ya sama Suara Surabaya Media. Jadi kami ingin memberikan penampilan yang terbaik,” ujarnya.

Setelah Pawitra Band, panggung dilanjutkan Line Music Entertainment. Grup beranggotakan tujuh orang itu membawakan sejumlah lagu populer dengan aransemen bernuansa keroncong.
Penampilan seperti “Nemu” yang dipopulerkan Happy Asmara, “Kangen”, hingga “Rungkad” membuat area panggung dipenuhi pengunjung. Mereka tidak hanya menyaksikan penampilan, tetapi juga ikut bernyanyi dan berjoget bersama.
Puncak hiburan hari kedua ditutup DJ Andreanz. Sejumlah lagu seperti “Sinarengan”, “Denok”, dan “Mutiara” dibawakan untuk menghibur pengunjung.

Kehadiran DJ Andreanz bahkan telah dinantikan sejumlah penggemarnya. Sebagian penonton terlihat meminta foto bersama sebelum penampilan berlangsung.
Setelah lagu terakhir selesai, sejumlah penonton masih meminta DJ Andreanz melanjutkan penampilannya.
Bank Jatim Soerabaja Festival selanjutnya berlanjut pada Minggu (27/9/2026), bersamaan dengan pelaksanaan Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K. Selain menjadi titik start dan finish lomba, festival juga akan menghadirkan berbagai aktivitas bagi runners dan pengunjung. (saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

