Selasa, 17 Februari 2026

Hari Raya Imlek, Matakin Tekankan Keadilan untuk Mempererat Persatuan dan Mengatasi Kemiskinan

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Budi Santoso Tanuwibowo Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) menyampaikan sejumlah harapan dalam perayaan Imlek 2571 Kongzili, Sabtu (25/1/2020), di Kelenteng Kong Miau, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Foto: Farid suarasurabaya.net

Umat Konghucu di Indonesia dan berbagai penjuru dunia hari ini, Selasa (17/2/2026), merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Budi Santoso Tanuwibowo Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) berharap, seluruh Umat Konghucu tetap lurus di dalam kebenaran dan keadilan.

Dia yakin keadilan adalah kunci untuk mengatasi berbagai persoalan di Tanah Air, seperti persatuan dan kemiskinan.

“Semoga kita semua tetap lurus di dalam kebenaran dan kita harus yakin bahwa kalau ada keadilan maka tiada persoalan persatuan, dan tiada persoalan kemiskinan. Selamat merayakan Hari Raya Tahun Baru Imlek. Semoga kita semua selalu sehat sejahtera,” ujarnya kepada suarasurabaya.net.

Sekadar informasi, ada dua perspektif Imlek yang dirayakan berbagai kalangan masyarakat lintas budaya dan suku bangsa setiap tahunnya.

Bagi Umat Konghucu, Imlek merupakan salah satu hari raya keagamaan. Sedangkan warga Tionghoa umumnya merayakan Imlek sebagai tradisi atau kebiasaan turun-menurun.

Di Indonesia, Tahun Baru Imlek resmi jadi hari besar keagamaan nasional mulai tahun 2003, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2002.

Sekarang, Imlek menjadi salah satu momen spesial untuk merajut kebersamaan seperti halnya Umat Islam merayakan Idulfitri, dan Umat Kristen merayakan Natal.

Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi dilambangkan dengan hewan kuda berpadu dengan unsur api.(rid/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 17 Februari 2026
30o
Kurs