Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi implementasi Makan Bergizi Gratis (MBG), program tersebut berhasil meningkatkan fokus belajar murid penerima manfaat. Lantaran konsentrasi siswa kerap terganggu saat rasa lapar mendera.
Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengatakan, program MBG adalah strategi pembangunan manusia jangka panjang.
“Program MBG yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto merupakan investasi jangka panjang pembangunan manusia Indonesia. Kita sedang menyiapkan generasi 2045, yakni mereka yang hari ini masih berada di bangku PAUD, SD, SMP, SMA, bahkan yang masih dalam kandungan, agar tumbuh sehat, cerdas, dan kuat secara fisik maupun mental,” ujar Mu’ti seperti dilansir Antara, Rabu (18/2/2026).
Melansir Antara, hasil evaluasi implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) di Jakarta menunjukkan sekolah penerima MBG mencatat penurunan gangguan belajar akibat lapar sebesar 2,37 poin persentase lebih tinggi dibandingkan sekolah yang belum menerima program tersebut.
Sedangkan di wilayah Indonesia Timur, penurunan gangguan belajar akibat lapar pada sekolah penerima MBG mencapai 14,85 poin persentase lebih besar, dibandingkan sekolah yang belum melaksanakan MBG.
Evaluasi dilakukan pada tahap baseline (Mei–Juni 2025) sampai endline (November–Desember 2025). Sekitar 1,2 juta responden murid secara nasional terlibat dalam evaluasi tersebut.
Rusprita Putri Utami Kepala Pusat Penguatan Karakter menjelaskan pemilihan responden menggunakan metode systematic sampling, guna memastikan hasil evaluasi merepresentasikan kondisi yang sebenarnya.
“Sekolah pelaksana MBG kami pilih secara acak, dengan memastikan memiliki data awal dan akhir yang memadai. Setelahnya, kami padankan dengan sekolah yang belum melaksanakan MBG dengan jenjang, wilayah, dan jumlah murid yang relatif sama sehingga kondisi awal data hampir identik dan dapat dibandingkan,” katanya.(ant/lea/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
