Selain latihan musikal, persiapan teknis juga menjadi perhatian. Ratusan instrumen akan direkam secara bersamaan menggunakan sistem multitrack recording dan puluhan mikrofon kondensor. Sekitar 50 in-ear monitor juga disiapkan untuk pemain drum, guna membantu menjaga tempo dan cue selama pertunjukan.
Herockmob tahun ini memilih Tugu Pahlawan sebagai lokasi penyelenggaraan. Menurut Hans, pemilihan itu sekaligus menjadi upaya mengenalkan aset kota kepada generasi muda, dan menunjukkan kalau ruang publik Surabaya dapat dimanfaatkan untuk aktivitas seni dan kreatif.
Sementara itu, Herlambang Sucahyo KA Timja Pengembangan Ekraf & Sumber Daya Pariwisata Disbudporapar Kota Surabaya, mengatakan Herockmob bukan sekadar pertunjukan musik rock atau nostalgia. Kegiatan ini menjadi medium untuk mengaktualisasikan semangat kepahlawanan melalui musik.
“Di bulan November, kita tidak hanya bicara Hari Pahlawan. November kita anggap sebagai bulan pahlawan. Dengan tema heroisme itu, kita mencoba mengaktualisasikan diri melalui sektor musik,” kata Herlambang.
Menurut Herlambang, Herockmob juga membawa semangat komunal masyarakat Surabaya. Musisi dari latar belakang rock, jazz, klasik, string section, hingga brass section dipertemukan dalam satu pertunjukan.

NOW ON AIR SSFM 100

