Sekitar 500 musisi dari berbagai generasi dan latar belakang musik akan tampil bersama dalam Herockmob 2026, di halaman Tugu Pahlawan Surabaya, pada November mendatang. Memasuki penyelenggaraan keempat, kegiatan ini membawa semangat kepahlawanan sekaligus menunjukkan keberagaman dan kekompakan musisi Kota Surabaya.
Hans D’Satria, Project Manager Herockmob mengatakan jumlah peserta tahun ini melampaui target awal. Awalnya panitia menargetkan 400 peserta, tapi antusiasme musisi muda maupun peserta yang telah mengikuti Herockmob tahun-tahun sebelumnya membuat jumlah pendaftar menembus 500 orang.
“Tahun ini sebenarnya targetnya cuma 400. Tapi database melampaui 500 orang. Antusias teman-teman musisi muda dan teman-teman yang sudah ikut beberapa tahun sebelumnya sangat tinggi,” kata Hans kepada suarasurabaya.net, Kamis (10/9/2026)
Herockmob mengusung konsep bermain musik secara bersama-sama. Ratusan peserta dari berbagai instrumen diarahkan memainkan lagu, nada, tempo, dan aransemen yang telah ditentukan untuk membangun satu kesatuan permainan.
Sementara tantangan terbesar penyelenggara, yaitu menyatukan kemampuan musisi yang berbeda. Mulai dari peserta yang baru belajar, hingga musisi profesional. Untuk itu, panitia melibatkan sejumlah musisi sebagai PIC setiap instrumen, dan menyiapkan coaching clinic sebelum hari pelaksanaan.
“Yang lebih mengerti harus menurunkan egonya, sementara yang belum mengerti harus mengejar lagu yang sudah dimaterikan. Tantangan paling besarnya adalah mengatur banyak musisi yang baru belajar dan yang sudah profesional untuk menjadi satu komando,” ujar Hans.
Hal serupa diterapkan pada kelompok vokal. Rr. Endira Puspasari PIC Vocal Herockmob mengatakan sekitar 100 vokalis akan terlibat. Peserta disaring melalui tiga tingkatan, yakni Tier 1 untuk peserta yang pernah mengikuti Herockmob, Tier 2 berdasarkan rekomendasi peserta sebelumnya, dan Tier 3 untuk peserta di luar dua kategori tersebut.
Seleksi dilakukan untuk memastikan peserta memiliki kemampuan bernyanyi dan komitmen mengikuti proses persiapan. Vokalis juga akan diarahkan mengikuti guide yang telah disiapkan tanpa improvisasi, agar karakter suara yang berbeda tetap dapat menyatu.
“Jangan sampai yang cuma mau ikut-ikutan. Harus vokalis, perlu vokalis dan anak yang bisa nyanyi,” kata Endira.
Endira menyebut peserta termuda tahun ini berusia delapan tahun. Kehadiran peserta dari anak-anak hingga musisi senior menjadi salah satu kekuatan Herockmob karena memungkinkan terjadinya pertemuan lintas generasi dalam satu panggung.
Selain latihan musikal, persiapan teknis juga menjadi perhatian. Ratusan instrumen akan direkam secara bersamaan menggunakan sistem multitrack recording dan puluhan mikrofon kondensor. Sekitar 50 in-ear monitor juga disiapkan untuk pemain drum, guna membantu menjaga tempo dan cue selama pertunjukan.
Herockmob tahun ini memilih Tugu Pahlawan sebagai lokasi penyelenggaraan. Menurut Hans, pemilihan itu sekaligus menjadi upaya mengenalkan aset kota kepada generasi muda, dan menunjukkan kalau ruang publik Surabaya dapat dimanfaatkan untuk aktivitas seni dan kreatif.
Sementara itu, Herlambang Sucahyo KA Timja Pengembangan Ekraf & Sumber Daya Pariwisata Disbudporapar Kota Surabaya, mengatakan Herockmob bukan sekadar pertunjukan musik rock atau nostalgia. Kegiatan ini menjadi medium untuk mengaktualisasikan semangat kepahlawanan melalui musik.
“Di bulan November, kita tidak hanya bicara Hari Pahlawan. November kita anggap sebagai bulan pahlawan. Dengan tema heroisme itu, kita mencoba mengaktualisasikan diri melalui sektor musik,” kata Herlambang.
Menurut Herlambang, Herockmob juga membawa semangat komunal masyarakat Surabaya. Musisi dari latar belakang rock, jazz, klasik, string section, hingga brass section dipertemukan dalam satu pertunjukan.
Konsep tersebut diharapkan menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk mencapai tujuan bersama. “Kalau kita mau mencapai tujuan yang sama, harus selaras semangatnya,” ujarnya.
Herockmob sebelumnya digelar di sejumlah lokasi, antara lain Balai Pemuda, Alun-Alun Surabaya, dan kawasan Kota Lama. Pemindahan lokasi setiap tahun menjadi bagian dari upaya memanfaatkan berbagai aset kota sebagai ruang kegiatan kreatif.
Rangkaian kegiatan tahun ini juga akan berlanjut pada malam hari melalui The Sound of Surabaya Festival yang menghadirkan karya-karya musisi dengan dukungan Pemerintah Kota Surabaya.
Herockmob 2026 yang akan diselenggarakan 21 November 2026, diharapkan tidak hanya menjadi pertunjukan ratusan musisi, tetapi juga ruang pertemuan lintas usia dan komunitas yang memperkuat semangat kebersamaan, kreativitas, serta identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan. (fab/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

