Rabu, 16 September 2026

Imam Soeparno Warga Surabaya Penumpang KM Virgo 8 Sempat Pamit untuk Bekerja Terakhir Kalinya

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Novia menunjukkan chat terakhir dengan Imam korban meninggal dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8, Rabu (16/9/2026). Foto: Istimewa

Imam Soeparno (66 tahun) warga Surabaya menjadi korban meninggal dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa Minggu (13/9/2026).

Jenazah Imam dimakamkan di TPU Babat Jerawat sesudah disemayamkan di rumah duka Jalan Sememi Jaya Gang 4, Surabaya, sekitar pukul 09.00 WIB hari ini, Rabu (16/9/2026).

Imam adalah salah seorang korban yang berhasil diidentifikasi Tim DVI Polda Kalimantan Selatan pada Selasa (15/9/2026), bersama lima korban lainnya.

Novia anak semata wayang Imam menceritakan percakapan terakhir dengan sang ayah sebelum berangkat ke Banjarmasin.

“Ngobrol lewat WA pas dalam kapal, bilang aku berangkat. Ini ikut kapal Virgo. Sebenarnya Rusita, tapi diganti sama Virgo. Terus tak (saya) bilang, ya hati-hati,” ucap Novia.

Dalam percakapan itu, Imam yang selama ini bekerja sebagai mekanik dan kernet truk kargo di Banjarmasin sempat menyatakan hanya akan bekerja sekali lagi setelah perjalanan tersebut.

“Bilang ke aku, aku ikut satu kali ini saja, habis itu tidak kerja lagi. Terus saya tanya kenapa? Enggak, enggak apa-apa, enggak kerja saja,” ujarnya menirukan jawaban sang ayah.

Kini, Novia menyadari kalimat itu menjadi pamitan terakhir Imam sebelum berpulang.

“Pamitan terakhir kerja justru berpulang,” ucap Novia lirih.

Di mata keluarga, Imam sosok pekerja keras dan selalu memenuhi kebutuhan keluarga, hingga sering tidak sempat pulang ke Surabaya.

“Bapak tidak sempat pulang. Habis ke Banjarmasin, pulang balik lagi ke Banjarmasin. Tidak sempat pulang, mau ke Banjar lagi, terus mau ke Sulawesi. Enggak balik rumah sama sekali,” imbuhnya.

Pertemuan terakhir Novia dan ayahnya terjadi sekitar sepekan sebelum Imam kembali berangkat.

“Orangnya keras, dia baik sama cucu-cucunya juga sayang. Cucu mau apa saja dikasih. Minta mainan apa dikasih, uang Rp100 ribu,” kenangnya.

Diberitakan sebelumnya, Imam telah terkonfirmasi oleh Tim SAR Gabungan dalam operasi pencarian hari ketiga di perairan Laut Jawa dalam kondisi meninggal dunia.

Evakuasi dilakukan melalui udara dengan helikopter akibat terkendala cuaca buruk dan tingginya gelombang di perairan Laut Jawa.

Setelah dievakuasi, jenazah Imam itu langsung dilarikan menuju fasilitas medis terdekat di Banjarmasin untuk identifikasi dan pemulasaraan.(lta/kir/rid)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 16 September 2026
28o
Kurs