“Kami membahas kerja sama di bidang perkapalan, sistem persenjataan, hingga kerja sama di sektor rudal,” ujarnya.
Selain itu, sistem rudal BrahMos juga menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan kedua pemimpin negara. Namun, ia menegaskan pembicaraan tersebut masih berada pada tataran penguatan kerja sama, sedangkan aspek komersial akan ditangani oleh perusahaan terkait.
“BrahMos memang menjadi bagian dari pembahasan. Namun, kesepakatan komersial tidak dibahas di tingkat para pemimpin negara karena hal itu menjadi urusan perusahaan yang akan menindaklanjutinya,” katanya.
Tandon menambahkan, perluasan kerja sama industri pertahanan menjadi bagian dari upaya kedua negara membangun kemampuan pertahanan yang lebih mandiri di tengah dinamika keamanan global.
Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memberikan manfaat bagi India maupun Indonesia karena memungkinkan kedua negara mengembangkan sistem pertahanan berdasarkan kemampuan dan teknologi yang dimiliki sendiri.
“Karena itu, kami membahas bagaimana membangun kerangka kerja yang memungkinkan perusahaan-perusahaan pertahanan dari kedua negara mulai bekerja sama dan mempererat hubungan antarsektor industri pertahanan. Dalam konteks tersebut, pembahasan mencakup kerja sama di bidang perkapalan, sistem persenjataan, serta kerja sama di bidang rudal,” pungkasnya. (lea/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

