Sabtu, 12 September 2026

India Lihat Indonesia Punya Peran Penting di BRICS, dari Fintech hingga Keberlanjutan

Laporan oleh Wilda Aulia Maulida Afni
Bagikan
Randhir Jaiswal Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) India di sela-sela acara Jamuan Makan Malam Kemlu di New Delhi, India, Jumat (11/9/2026). Foto: Wilda Aulia suarasurabaya.net

India melihat Indonesia memiliki peran penting dalam organisasi antar pemerintah BRICS, terutama dengan membawa pengalaman pembangunan di bidang teknologi finansial (fintech), inovasi, startup hingga keberlanjutan untuk dibagikan kepada sesama negara anggota.

Hal itu disampaikan Randhir Jaiswal Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) India saat ditemui suarasurabaya.net, di sela-sela acara Jamuan Makan Malam Kemlu di New Delhi, India, Jumat (11/9/2026) malam waktu setempat.

Ia mengatakan, hubungan Indonesia dan India selama ini sudah terjalin erat secara bilateral. Keanggotaan kedua negara di BRICS juga dinilai dapat semakin memperluas kolaborasi tersebut.

“Indonesia dan India memiliki hubungan yang sangat spesial. India dan Indonesia dapat bersama-sama, serta sedang bekerja sama secara bilateral, membuat langkah-langkah besar dan signifikan dalam kerja sama serta kolaborasi kita,” kata Jaiswal.

Ia optimistis hubungan itu juga dapat diterjemahkan dalam berbagai agenda BRICS. “Kita juga akan bekerja sama dengan sangat baik di BRICS, dalam agenda-agenda BRICS,” ujarnya.

Sebagai informasi, Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS pada Januari 2025. Bergabungnya Indonesia membuat kelompok tersebut kini beranggotakan 11 negara.

Sementara menurut Jaiswal, ruang kerja sama Indonesia dan India lewat BRICS cukup luas. Mulai peningkatan investasi dan perdagangan, hubungan antarmasyarakat, keamanan hingga isu politik.

“BRICS memiliki agenda untuk mempromosikan investasi, perdagangan, hubungan antar-masyarakat, isu-isu keamanan, dan isu-isu politik,” jelasnya.

India yang memegang Keketuaan BRICS 2026 juga menempatkan ketahanan, inovasi, kerja sama dan keberlanjutan sebagai fokus utama. Jaiswal menilai isu-isu itu sebenarnya bukan hal baru bagi hubungan Indonesia dan India, karena keduanya telah bekerja sama di berbagai bidang secara bilateral.

“Kami berfokus pada promosi inovasi, ketahanan, kerja sama, dan keberlanjutan. Semua ini adalah bidang-bidang di mana kita telah bekerja sama secara bilateral, dan kita juga dapat memperkuat kerja sama bilateral tersebut melalui BRICS,” katanya.

Hubungan kedua negara juga semakin diperkuat melalui kunjungan Narendra Modi Perdana Menteri India ke Indonesia pada 6-8 Juli 2026 lalu. Dalam pertemuan dengan Prabowo Subianto Presiden, kedua negara membahas kerja sama mulai perdagangan dan investasi, pertahanan, teknologi digital dan finansial, energi hingga hubungan antarmasyarakat.

Selain kerja sama bilateral, Jaiswal melihat Indonesia dan India sebagai dua negara berkembang dengan populasi besar yang punya banyak pengalaman untuk ditawarkan kepada anggota BRICS lainnya.

“India dan Indonesia sama-sama memiliki beberapa model dan pengalaman dalam pembangunan. Baik itu teknologi finansial, inovasi, startup, apa yang telah kita lakukan dan capai di bidang keberlanjutan, di bidang lingkungan, bagaimana kita merangkul generasi muda, bagaimana kita mengelola startup dan inovasi,” jelasnya.

Menurutnya, pertukaran pengalaman itu dapat menjadi salah satu kontribusi nyata kedua negara dalam membentuk perkembangan teknologi dan ekonomi yang lebih inklusif.

“Semua hal ini bisa kita saling bagikan satu sama lain, tentang bagaimana kita berusaha membentuk dunia teknologi baru. Bersama-sama kita dapat membagikannya, tidak hanya di antara kita berdua, tetapi juga di antara negara-negara anggota BRICS sehingga kita dapat menciptakan dunia yang lebih baik,” ujarnya.

Jaiswal menegaskan kerja sama yang didorong India melalui BRICS tetap diarahkan pada kepentingan masyarakat.

India tahun ini memegang Keketuaan BRICS dan menjadi tuan rumah KTT ke-18 BRICS di New Delhi pada 12-13 September 2026. KTT yang digelar di Bharat Mandapam itu mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”.

BRICS saat ini mewakili sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen produk domestik bruto (PDB) global, serta 26 persen perdagangan dunia. (aul/bil/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Sabtu, 12 September 2026
32o
Kurs