Sir Keir Starmer Perdana Menteri Inggris menegaskan tidak adanya kelonggaran terkait keamanan anak di Internet.
Pemerintah Inggris berjanji bakal membuat undang-undang perlindungan anak di dunia maya, dan menutup celah kejahatan anak demi keamanan di media sosial. Inggris juga tengah berkonsultasi mengenai larangan media sosial untuk anak di bawah usia 16 tahun, sebagai bagian dari rencana keselamatan daring.
“Teknologi berkembang sangat pesat, dan hukum harus mengimbanginya. Dengan pemerintahan saya, Inggris akan menjadi pemimpin, bukan pengikut, dalam hal keamanan daring,” kata Starmer seperti dilansir BBC, Senin (16/2/2026).
Pemerintah tengah mempertimbangkan untuk mencegah anak menggunakan Virtual Private Network (VPN) untuk mengakses pornografi secara ilegal, dan mengubah undang-undang sehingga chatbot harus melindungi pengguna dari konten ilegal.
Hal ini menyusul masalah chatbot AI Grok yang digunakan membuat gambar telanjang palsu.
“Tindakan yang kami ambil terhadap Grok mengirimkan pesan yang jelas bahwa tidak ada platform yang mendapatkan kelonggaran,” katanya.
Sebelumnya kelompok Jools’ Law memperjuangkan aturan yang merespon perubahan perilaku di internet untuk melindungi anak-anak. Pemerintah dan Parlemen didorong untuk melarang media sosial bagi anak-anak.(lea/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
