Sabtu, 15 Agustus 2026

Iran Bantah Trump soal Rencana Deklarasi Selat Hormuz Jadi Milik AS

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kapal Amerika Serikat (AS) melintasi Selat Hormuz pada Maret 2026. Foto: AFP

Iran membantah klaim Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) yang menyebut akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS.

Kazem Gharibabadi Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional menegaskan, Selat Hormuz tidak bisa diambil alih begitu saja oleh Washington.

“Selat Hormuz tidak bisa direbut lewat sebuah cuitan, kapal induk, perintah, atau pidato pemilu,” kata Gharibabadi, Jumat (14/8/2026) yang dikutip Anadolu.

Melalui unggahan di media sosial X, Gharibabadi mengatakan AS harus mengakui kekalahan strategis dan serius yang menurutnya telah dialami Washington dari Iran.

“Iran tidak takut terhadap ancaman dan tidak bisa diintimidasi oleh unjuk kekuatan,” tulisnya.

Ia menegaskan Selat Hormuz tetap berada dalam kendali Iran. Menurut Gharibabadi, jalur laut strategis itu hanya akan dibuka atau ditutup berdasarkan keputusan Teheran.

“Selat Hormuz adalah milik Iran, tetap milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini akan ditutup dan dibuka hanya atas perintah Iran, dan sampai kalian menerima kenyataan kekalahan kalian serta meninggalkan fantasi kalian, Iran akan terus memberlakukan blokade,” ujarnya.

Para pejabat Iran juga berulang kali menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama AS masih melakukan intervensi di kawasan tersebut, mempertahankan blokade laut, dan belum memenuhi ketentuan dalam kerangka kesepakatan yang dibuat Teheran dan Washington pada Juni lalu.

Sebelumnya, Trump mengklaim Angkatan Laut AS sedang menerapkan blokade penuh di Selat Hormuz. Ia juga menyatakan akan segera menjadikan jalur laut tersebut sebagai wilayah AS.

“Setelah sepenuhnya mengalahkan Iran, saya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah AS,” kata Trump.

Melalui platform Truth Social, Trump juga mengklaim AS memiliki “kendali penuh” atas Selat Hormuz dan yakin dapat mempertahankan kendali tersebut.

Namun, klaim itu kembali dibantah Iran. Ibrahim Zolfaqari Juru Bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, badan militer tertinggi Iran yang mengoordinasikan perang, mengatakan tidak ada kapal yang bisa melintas tanpa izin Teheran.

“Tidak ada kapal yang akan diizinkan melintas melalui Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran,” kata Zolfaqari. (bil/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Sabtu, 15 Agustus 2026
32o
Kurs