Menurutnya, periode yang sebelumnya ditetapkan dalam nota kesepahaman, termasuk pencabutan blokade AS dan penerapan gencatan senjata, telah memberikan kesempatan bagi Iran untuk memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus memulihkan kemampuan pertahanannya.
“Iran siap, sebanding dengan tindakan dan agresi musuh, untuk memberikan kekalahan lebih telak kepada mereka,” tegas Ghalibaf dilansir dari Antara, Selasa (18/8/2026).
Iran dan AS sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada Juni 2026 melalui mediasi Pakistan dan Qatar.
Kesepakatan tersebut dirancang untuk mengakhiri permusuhan sekaligus membuka periode 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan akhir.
Namun, proses negosiasi berikutnya terhenti akibat perselisihan mengenai pelaksanaan isi nota kesepahaman dan mekanisme pelayaran di Selat Hormuz.

NOW ON AIR SSFM 100

