Kamis, 20 Agustus 2026

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Dibuka Sebelum AS Penuhi Komitmen

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi pasukan IRGC di Selat Hormuz. Foto: Sputnik

Iran menegaskan Selat Hormuz belum akan dibuka kembali bagi pelayaran hingga Amerika Serikat (AS) memenuhi seluruh komitmen yang tercantum dalam nota kesepahaman kedua negara.

Mohammad Bagher Ghalibaf Ketua Parlemen Iran mengatakan, Teheran siap menggunakan jalur diplomasi maupun kekuatan militer untuk merespons tindakan AS.

Pernyataan tersebut disampaikan Ghalibaf dalam sidang parlemen Iran, sebagaimana dilaporkan kantor berita Iran IRNA.

“Saya tegaskan, selama AS belum memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman, termasuk mencabut blokade, membebaskan aset yang dibekukan, mencabut sanksi minyak, menghentikan ancaman dan operasi militer di semua lini, serta melaksanakan ketentuan-ketentuan lain yang telah dijanjikan dalam nota kesepahaman tersebut, maka Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali,” kata Ghalibaf.

Ghalibaf yang juga memimpin tim negosiasi Iran dalam pembicaraan dengan AS mengatakan negaranya kini mengandalkan kombinasi diplomasi dan kekuatan untuk menghadapi situasi tersebut.

Menurutnya, periode yang sebelumnya ditetapkan dalam nota kesepahaman, termasuk pencabutan blokade AS dan penerapan gencatan senjata, telah memberikan kesempatan bagi Iran untuk memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus memulihkan kemampuan pertahanannya.

“Iran siap, sebanding dengan tindakan dan agresi musuh, untuk memberikan kekalahan lebih telak kepada mereka,” tegas Ghalibaf dilansir dari Antara, Selasa (18/8/2026).

Iran dan AS sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada Juni 2026 melalui mediasi Pakistan dan Qatar.

Kesepakatan tersebut dirancang untuk mengakhiri permusuhan sekaligus membuka periode 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan akhir.

Namun, proses negosiasi berikutnya terhenti akibat perselisihan mengenai pelaksanaan isi nota kesepahaman dan mekanisme pelayaran di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.

Jalur tersebut memiliki peran penting dalam perdagangan energi global karena menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 20 Agustus 2026
27o
Kurs