
Sistem pemantauan memungkinkan pengguna memantau tegangan setiap sel, arus, suhu, hingga kondisi baterai melalui sistem digital secara real time.
“Kemampuan tersebut memberikan informasi mengenai kondisi baterai. Sehingga, pemantauan sistem penyimpanan energi dapat dilakukan secara lebih terukur,” jelasnya.
Grasianto menilai, inovasi ini efektif, sebab meningkatnya kebutuhan PLTS, elektrifikasi sektor industri dan komersial, serta sistem energi di wilayah terpencil menjadi peluang bagi pengembangan produk itu.
Selain itu, alumnus doktoral Tohuku University, Jepang juga mendukung sebab melihat peluang penerapan teknologi penyimpanan energi di Indonesia.

NOW ON AIR SSFM 100

