Selasa, 20 Oktober 2026

Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Pemberangkatan Gelombang Pertama 11 April

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Bulan menerangi Mina saat musim haji. Foto: Robert Xu untuk Suara Surabaya

Kementerian Haji dan Umrah menetapkan rencana perjalanan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi.

Berdasarkan jadwal tersebut, jemaah mulai masuk asrama haji pada 10 April 2027, sedangkan pemberangkatan ke Arab Saudi dimulai sehari setelahnya.

Teguh Dwi Nugroho Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah mengatakan, rencana perjalanan haji menjadi pedoman bagi seluruh pihak untuk mempersiapkan setiap tahapan penyelenggaraan, mulai dari keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan jemaah ke Indonesia.

“Penyelenggaraan haji merupakan kerja besar yang membutuhkan kesiapan sejak jauh hari. Jadwal perjalanan ini menjadi pedoman bagi seluruh pihak untuk menyelaraskan perencanaan, mobilisasi, dan pelayanan jemaah, sehingga setiap tahapan dapat berjalan tertib,” ujar Teguh di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Rencana perjalanan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Haji Nomor 26 Tahun 2026 tentang Rencana Perjalanan Haji Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi. Keputusan itu ditetapkan di Jakarta pada 29 September 2026.

Dalam ketentuan tersebut, pemberangkatan jemaah dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dari Indonesia menuju Madinah dimulai pada 11 April hingga 25 April 2027.

Sementara itu, gelombang kedua dari Indonesia menuju Jeddah berlangsung pada 26 April hingga 10 Mei 2027.

Total masa operasional pemberangkatan ditetapkan selama 30 hari, dengan masing-masing gelombang berlangsung selama 15 hari.

Untuk rangkaian ibadah haji, jemaah dijadwalkan bergerak dari Makkah menuju Arafah pada 14 Mei 2027.

Wukuf di Arafah berlangsung pada 15 Mei 2027, dilanjutkan dengan Iduladha pada 16 Mei 2027 dan hari-hari Tasyrik pada 17–19 Mei 2027.

Sementara itu, pemulangan jemaah ke Tanah Air juga dibagi menjadi dua gelombang. Pemulangan gelombang pertama dari Makkah melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dimulai pada 21 Mei 2027.

Adapun pemulangan gelombang kedua dari Madinah melalui Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz dimulai pada 5 Juni 2027.

Masa operasional pemulangan berlangsung selama 30 hari, dengan masing-masing gelombang selama 15 hari. Kedatangan jemaah gelombang pertama di Indonesia dijadwalkan pada 21 Mei hingga 4 Juni 2027. Sementara itu, kedatangan jemaah gelombang kedua berlangsung pada 5–20 Juni 2027.

Keputusan tersebut juga menetapkan rata-rata masa tinggal jemaah di Arab Saudi selama 38–40 hari. Penyusunan jadwal mengacu pada kalender Ummul Quro Arab Saudi dan mencakup kalender kegiatan, masa operasional pemberangkatan dan pemulangan, serta rata-rata lama tinggal jemaah.

Teguh menegaskan, kepastian jadwal harus diikuti kesiapan operasional pada setiap tahapan penyelenggaraan.

Koordinasi antarsatuan kerja dan pihak terkait diperlukan untuk memastikan mobilisasi jemaah, pelayanan di embarkasi, serta proses keberangkatan dan kepulangan berjalan terpadu.

“Yang perlu dipastikan bukan hanya jadwalnya tersedia, tetapi seluruh unsur penyelenggara memahami tahapan dan tanggung jawabnya. Setiap proses harus dipersiapkan dengan cermat karena menyangkut perjalanan ibadah dan keselamatan jemaah,” katanya.

Rencana perjalanan ini menjadi pedoman bagi unit kerja di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah serta pihak terkait dalam mempersiapkan penyelenggaraan haji 2027.

Apabila pemerintah Arab Saudi mengubah penetapan tanggal Hijriah atau jadwal penyelenggaraan ibadah haji sehingga berdampak pada rencana perjalanan, penyesuaian akan dilakukan sesuai ketentuan dalam keputusan tersebut. (saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Selasa, 20 Oktober 2026
30o
Kurs