Jawa Timur (Jatim) masuk dalam tiga besar provinsi dengan nilai ekspor industri ekonomi kreatif tertinggi nasional pada empat subsektor unggulan, yakni kriya, kuliner, game developer, dan fotografi.
Teuku Riefky Harsya Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) mengatakan, capaian itu menunjukkan kontribusi besar Jatim terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif nasional, terutama pada periode Januari sampai April 2026.
“Jawa Timur Januari sampai April 2026 untuk kriya, kuliner, game developer, dan fotografi menyumbangkan kontribusi yang cukup besar. Ini selalu Jawa Timur berada di tiga besar,” kata Teuku Riefky dalam Jatim Media Summit 2026 di Surabaya, Kamis (30/7/2026) dikutip Antara.
Pada subsektor kriya, nilai ekspor nasional sepanjang Januari-April 2026 mencapai 3,82 miliar dolar AS atau sekitar Rp68,74 triliun. Dari jumlah itu, Jatim menempati posisi kedua setelah DKI Jakarta, dengan nilai ekspor sekitar 0,87 miliar dolar AS atau sekitar Rp15,66 triliun, setara 22,9 persen dari total nasional.
Jatim juga berada di posisi kedua pada ekspor subsektor game developer. Nilai ekspor subsektor ini dari Jatim mencapai 5,56 juta dolar AS atau sekitar Rp100,05 miliar, setara 20,1 persen dari realisasi nasional yang mencapai 27,5 juta dolar AS atau sekitar Rp494,86 miliar.
Capaian positif juga terlihat pada subsektor kuliner. Jatim menempati posisi ketiga dengan nilai ekspor 47,02 juta dolar AS atau sekitar Rp846,12 miliar, setara 16,8 persen dari total ekspor nasional sebesar 0,28 miliar dolar AS atau sekitar Rp5,04 triliun.
Sementara pada subsektor fotografi, Teuku Riefky menyebut Jatim berada di posisi ketiga penyumbang ekspor nasional dengan nilai 0,29 juta dolar AS atau sekitar Rp5,22 miliar.
Menurut Menekraf, keberadaan teknologi yang dibarengi inovasi, kreativitas, dan kekuatan budaya akan terus melahirkan bibit-bibit ekonomi kreatif di daerah.
Ia menilai capaian Jatim semakin membuktikan bahwa ekonomi kreatif mampu menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang bertumpu dari daerah.
Selain dari sisi ekspor, Teuku Riefky juga mencatat realisasi investasi sektor ekonomi kreatif pada 2025 mencapai Rp183,01 triliun, atau 9,5 persen dari total investasi nasional. (ant/bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

