Rabu, 28 Oktober 2026

Jatim Perkuat Pemberdayaan Ekonomi untuk Memutus Rantai Kemiskinan Antargenerasi

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Firdaus Sulistijawan (tengah) Plt. Sekretaris Dinsos Jatim bersama Hasmaranti Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jatim dan Satria Devi Kurniawan Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah (CBS) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim saat berada di Suara Surabaya Centre, Rabu (28/10/2026). Foto: Akira suarasurabaya

Firdaus mengakui, dinamika kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat menyebabkan data penerima bantuan perlu diperbarui. Oleh karena itu, masyarakat juga bisa mengajukan perbaikan data secara mandiri maupun melalui pendamping sosial.

“Kesadaran masyarakat, lingkungan, tetangga, dan seterusnya untuk membantu kelompok yang kurang beruntung agar bisa memperbaiki datanya menjadi penting,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masyarakat yang merasa membutuhkan perlindungan sosial tetapi belum terdata dapat meminta bantuan untuk mengajukan atau memperbaiki data. Pendampingan dapat dilakukan melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), sumber daya manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH), maupun Jatim Social Care.

Firdaus menyebut, terdapat 666 TKSK yang tersebar di kecamatan serta sekitar 5.000 SDM PKH yang dapat dimaksimalkan untuk membantu penjangkauan masyarakat. Jatim Social Care juga menjadi bagian dari upaya pendampingan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat, termasuk RT dan RW, dibutuhkan untuk membantu mengidentifikasi warga yang memerlukan perlindungan sosial.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Rabu, 28 Oktober 2026
34o
Kurs