Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur (BPBD Jatim) memastikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menurunkan hujan bakal dilakukan pada Bulan Oktober mendatang, sebagai upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membara di berbagai wilayah.
Gatot Soebroto Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim menjelaskan, OMC sebetulnya sudah dilakukan pada awal bulan September ini namun hasilnya kurang maksimal karena masih minimnya pertumbuhan awan.
“Kami sudah berkomunikasi dengan BMKG potensi dilakukan OMC. Beberapa waktu lalu, mulai tanggal 3 sampai 9 (September) sudah dilakukan modifikasi cuaca dan beberapa wilayah sudah ada hujan, hanya belum maksimal,” ujar Gatot saat dikonfirmasi Senin (14/9/2026).
Berdasarkan data BMKG, potensi untuk melakukan OMC baru berjalan maksimal pada bulan depan karena fase pertumbuhan awan mulai terjadi di wilayah Jawa Timur.
“Sehingga kami meminta arahan BMKG perihal waktu yang tepat untuk melakukan OMC dan disampaikan potensi terbaik OMC sekitar Oktober,” jelasnya.
Nantinya tim gabungan pemadam karhutla bakal memaksimalkan dua skema operasi melalui OMC dan water bombing untuk memadamkan kebakaran yang semakin meluas di wilayah pegunungan.
“Kami berharap bulan depan potensj awan mendukung sehingga dua armada, baik itu water bombing dan omc bisa dimaksimalkan,” ucap Gatot.
OMC dengan cara menyemai garam di atas awan tersebut tentunya tidak dilakukan di semua wilayah.
BPBD Jatim perlu mengantongi data dari BMKG lebih dulu terkait wilayah mana yang memiliki tingkat kematangan awan.
Untuk itu BPBD Jatim akan terus berkoordinasi dengan BMKG terkait rencana modifikasi cuaca tersebut.
“OMC tidak semua wilayah, tergantung wilayah tertentu yang memang dirasa sudah matang awannya sehingga akan diusulkan ke kami dan ditindaklanjuti dengan melakukan penyebaran garam untuk mempercepat kematang awan agar terjadi hujan,” tuturnya.
Namun BPBD Jatim telah memprioritaskan sejumlah wilayah untuk dilakukan OMC karena kondisi darurat.
Sederet wilayah itu antara lain kawasan Gunung Bromo, Gunung Semeru dan Gunung Arjuno sampai Gunung Lawu karena kondisi darurat dan potensi karhutla.
“Wilayah yang menjadi prioritas pastinya di daerah yang potensi kebakarannya tinggi, baik itu di Bromo, semeru, arjuno, meninjau beberapa tahun lalu terjadi di Gunung Lawu ini menjadi prioritas kami,” ucapnya.
Kemudian wilayah terdampak kekeringan juga menjadi sasaran OMC seperti di pesisir Kabupaten Lamongan sampai Kabupaten Bojonegoro.
“Selain wilayah pesisir utara baik Lamongan, Bojonegoro karena di wilayah tersebut ada irigasi yang membutuhkan sehingga dibutuhkan tambahan air,” tandasnya. (wld/bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

