Taufiq Hermawan, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, mengimbau masyarakat mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin di sejumlah wilayah Jawa Timur yang berpotensi mengganggu kenyamanan aktivitas warga pada periode 12–14 September 2026.
“Pada tanggal 12 September 2026 kecepatan angin maksimum terpantau mencapai 48 km/jam kondisi ini meningkat dari hari sebelumnya dengan rata rata angin secara umum 10 – 20 Km/jam,” ujar Taufiq melalui keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).
Ia menjelaskan, potensi peningkatan kecepatan angin ini berpeluang terjadi hampir di seluruh wilayah Jawa Timur, di antaranya Banyuwangi, Kota Batu, Bondowoso, Jember, Kota Kediri, Magetan, Kota Pasuruan, Mojokerto, Blitar, Bojonegoro, Jombang, Kabupaten Kediri, Kota Malang, Lumajang, Kabupaten Malang, Nganjuk, Ngawi, Kabupaten Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Lamongan, Madiun, Kota Mojokerto, Sidoarjo, Bangkalan, Gresik, Kota Blitar, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, Kota Madiun, hingga Pacitan.
BACA JUGA: Angin Kencang di Surabaya Sekitarnya, BMKG Imbau Hindari Pohon Tinggi dan Bakar Sampah
BACA JUGA: Pohon Tumbang di Jalan Raya Tebel, Akses ke Surabaya dan Sidoarjo Tertutup
Taufiq menuturkan, saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur masih berada pada puncak musim kemarau. Berdasarkan hasil pengamatan pada 12 September 2026, peningkatan kecepatan angin tersebut dipicu oleh besarnya perbedaan tekanan udara antara wilayah timur Australia dengan wilayah dekat ekuator, sehingga mendorong penguatan aliran angin timuran dari Australia menuju Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur.
“Peningkatan kecepatan angin yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat ini diprakirakan akan bertahan hingga 2 – 3 hari ke depan,” katanya.
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG Juanda mengimbau masyarakat maupun instansi terkait untuk senantiasa waspada terhadap peningkatan kecepatan angin, terutama pada siang hingga sore hari, selama dua hingga tiga hari ke depan.
Taufiq juga mengingatkan agar masyarakat tidak berlindung di tempat-tempat berbahaya saat angin bertiup kencang, seperti berdiri atau memarkir kendaraan di bawah pohon rindang, baliho iklan, maupun bangunan yang rapuh. Ia turut mengimbau para pengendara, khususnya pengendara sepeda motor dan pengemudi yang melintas di jalan tol atau jembatan terbuka seperti Jembatan Suramadu, agar ekstra waspada terhadap dorongan angin dari samping yang berpotensi mengganggu kestabilan kendaraan.
Selain itu, ia meminta masyarakat menghindari aktivitas pembakaran sampah maupun material lainnya, mengingat api dapat menyebar dengan cepat saat angin kencang dan sulit dipadamkan. Bagi pengunjung taman hiburan, Taufiq menyarankan agar sementara waktu menghindari wahana gondola atau bianglala.
Tak hanya itu, ia juga mengimbau para pekerja proyek outdoor di gedung tinggi, seperti petugas pembersih jendela gedung, untuk menghentikan sementara aktivitasnya ketika angin bertiup kencang guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Terakhir, Taufiq mengingatkan para nelayan dan pengguna perahu kecil untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi dan menunda aktivitas melaut, mengingat angin kencang ini turut memicu gelombang laut yang cukup tinggi dan berbahaya.(iss)








