Jumat, 10 Juli 2026

Jemaah Indonesia Diminta Jaga Stamina Hadapi Jarak Jauh di Jalur Jamarat

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Jemaah berjalan dari Muzdalifah menuju Mina dan lanjut ke Jamarat di mana memerlukan waktu hampir tiga jam. Foto: Aini Kusuma Radio Suara Surabaya

Jemaah calon haji Indonesia diimbau untuk mulai mempersiapkan kondisi fisik sebelum memasuki puncak rangkaian ibadah haji di Mina, Arab Saudi.

Jemaah diminta menjaga stamina, cukup istirahat, dan mengatur energi menghadapi aktivitas berjalan kaki yang cukup panjang.

Dahnil Anzar Simanjuntak Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) menjelaskan, salah satu fase paling menguras tenaga terjadi saat pergerakan jemaah dari tenda menuju area Jamarat untuk melaksanakan lempar jumrah. Jarak tersebut diperkirakan mencapai sekitar 3,5 kilometer dari titik terjauh tenda jemaah.

“Dari tenda terjauh kita di Markas 12 ke Jamarat itu kemungkinan 3,5 kilometer. Jadi kalau pulang pergi perhitungannya 7 kilometer per hari,” kata Dahnil dilansir dari Antara, Minggu (24/5/2026).

Ia merinci, untuk jemaah yang mengambil skema Nafar Awal, total jarak tempuh berjalan kaki diperkirakan mencapai sekitar 21 kilometer. Sementara bagi jemaah Nafar Tsani, jarak yang ditempuh bisa lebih jauh, yakni sekitar 28 kilometer selama berada di Mina.

Menurutnya, fase Mina menjadi salah satu bagian ibadah haji yang paling membutuhkan kesiapan fisik, dibandingkan Wukuf di Arafah maupun Mabit di Muzdalifah yang lebih banyak diisi dengan ibadah doa dan zikir tanpa mobilitas tinggi.

Meski demikian, Dahnil memastikan pemerintah telah menyiapkan petugas haji yang akan bersiaga di sejumlah titik strategis sepanjang jalur Jamarat untuk membantu jemaah yang membutuhkan pertolongan.

Para petugas akan ditempatkan di lima pos pengawasan dan mudah dikenali melalui seragam serta topi berwarna cokelat.

“Jika membutuhkan bantuan, petugas berseragam cokelat akan tersebar, sehingga mudah dihubungi saat jemaah calon haji butuh pertolongan,” ujarnya.

Dahnil mengingatkan jemaah untuk tidak berjalan sendiri dan tetap bergerak dalam rombongan guna menghindari risiko tersesat atau kelelahan di tengah padatnya arus pergerakan manusia saat puncak ibadah haji. (ant/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 10 Juli 2026
23o
Kurs