Jembatan Bailey tersebut dapat digunakan kendaraan roda dua dan roda empat dengan sistem buka-tutup satu lajur secara bergantian.
Sementara kendaraan roda enam atau lebih akan diarahkan menggunakan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) atau jalur lintas selatan melalui Lumajang–Jember–Banyuwangi dan sebaliknya.
Petugas juga disiagakan dan rambu-rambu peringatan akan dipasang di sejumlah titik untuk mendukung pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
“Sedangkan untuk kendaraan roda enam atau lebih akan diarahkan menggunakan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) atau Lintas Selatan melewati Lumajang-Jember-Banyuwangi dan sebaliknya. Dan kami juga telah menyiagakan petugas serta memasang rambu- rambu peringatan. Kami juga berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat, agar rehabilitasi Jembatan Pajarakan berjalan lancar dan tepat waktu,” ungkap Wahyu.
Jembatan Pajarakan dibangun pada 1990 dengan panjang 45,70 meter dan lebar 9 meter. Jembatan tersebut menggunakan struktur atas tipe Rangka Baja Australia (RBA) dan menjadi salah satu penghubung jalur Surabaya–Banyuwangi.
Penurunan kapasitas pada beberapa bagian jembatan membuat infrastruktur tersebut perlu mendapatkan perbaikan menyeluruh. Melalui rehabilitasi ini, BBPJN Jawa Timur–Bali menargetkan keandalan infrastruktur jalan dan jembatan tetap terjaga, khususnya untuk mendukung konektivitas jalur Pantura Jawa Timur. (ham/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

