Ia menambahkan, kampanye tersebut akan difokuskan pada penguatan perlindungan anak di berbagai ruang kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital.
“Selain mendorong penguatan pola pengasuhan yang positif, kampanye ini juga mengedepankan edukasi publik, penguatan sistem respons terhadap kekerasan, serta peningkatan partisipasi anak dalam setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan terbaik mereka,” jelasnya.
Arifah menegaskan pemerintah ingin memastikan anak Indonesia terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, perundungan, maupun praktik perkawinan anak.
“Melalui Kampanye BERLIAN, kita ingin memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan, bebas dari kekerasan, diskriminasi, perundungan, maupun perkawinan anak, serta memperoleh pengasuhan yang positif dari keluarga, dunia pendidikan, dan lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Peluncuran Kampanye BERLIAN ditandai dengan permainan otok-otok sebagai simbol dimulainya gerakan kolaboratif untuk menghadirkan ruang yang aman, ramah, nyaman, sehat, dan inklusif bagi anak.
Kegiatan juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama dan penulisan harapan pada Wall of Fame sebagai bentuk dukungan berbagai pemangku kepentingan terhadap perlindungan anak. (lea/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

