Di tengah proses penanganan, jumlah titik panas atau hotspot di Kalimantan Selatan sempat turun cukup tajam. Berdasarkan data Sipongi, hotspot tercatat 157 titik pada 21 Agustus. Jumlahnya turun menjadi 11 titik pada 22 Agustus pukul 21.00 WIB.
Tapi pada Minggu (23/8/2026) pagi pukul 06.00 Wita, jumlah hotspot kembali naik menjadi 44 titik yang tersebar di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin.
Raja Juli mengatakan penurunan hotspot sebelumnya tidak lepas dari operasi gabungan di darat dan udara. Dalam satu hari, operasi water bombing dilakukan sebanyak 176 kali untuk membantu memadamkan kebakaran dari udara.
Meski jumlah titik panas sempat menurun, Raja Juli meminta seluruh pihak tetap meningkatkan kesiapsiagaan karena fenomena El Nino masih berlangsung dan diperkirakan mencapai puncaknya pada September.
Dia juga kembali mengingatkan masyarakat maupun pelaku usaha untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. “Jangan melakukan land clearing dengan cara membakar,” tegasnya.(ant/bil/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

