Selain operasi water bombing, tim gabungan juga menggunakan drone water spray untuk melakukan pemantauan sekaligus pembasahan hotspot yang berpotensi kembali menjadi bara api.
Sadono mengatakan, operasi drone udara tersebut juga menghadapi kendala berupa kabut dan kepulan asap. Kondisi itu membuat jarak pandang menuju area hotspot menjadi terbatas sehingga upaya pembasahan belum maksimal.
“Karena kabut dan kepulan asap, visibilitas menuju titik target operasi kurang,” jelasnya.
Selain itu petugas juga tetap melakukan penanganan melalui jalur darat dengan cara membuat sekat bakar dan pembasahan terhadap sisa bara yang masih dapat dijangkau.
Sementara itu arah angin yang sempat membawa api hingga menjalar ke wilayah Kabupaten Malang kini dipastikan dalam
kondisi aman dan tidak ditemukan lagi bara api.

NOW ON AIR SSFM 100

