Menurutnya, evaluasi terhadap kondisi kawasan akan dilakukan secara berkala. Pemerintah setidaknya akan memantau perkembangan selama sekitar satu pekan setelah proses pemadaman untuk memastikan tidak muncul kembali titik api.
“TNBTS masih ditutup karena kan sampai betul-betul yakin dan aman. Kita akan lihat terus kondisinya paling tidak seminggu begitu, nanti baru dievaluasi, kalau tidak ada kebakaran lagi, mungkin segera bisa dibuka kembali,” ujarnya dilansir dari Antara.
Suharyanto menjelaskan, kondisi panas yang dipicu fenomena El Nino meningkatkan risiko karhutla, terutama di kawasan dengan vegetasi yang mudah terbakar.
Kondisi tersebut ditemukan di wilayah Gunung Bromo yang memiliki hamparan padang savana dengan dominasi ilalang, rumput, dan semak-semak yang mengering.
Ia mengingatkan risiko kebakaran di kawasan pegunungan Jawa Timur perlu diwaspadai selama periode panas dan kering. Suharyanto membandingkan kondisi saat ini dengan karhutla pada 2023 ketika kebakaran terjadi di sejumlah gunung di Jawa Timur.
“Ketika El Nino, panas, untung sekarang ini kan belum puncak, dulu waktu puncak di Jawa Timur itu tiga gunung yang kebakaran, yakni Bromo, Arjuno, Lawu, tahun 2023. Nah, kemudian sekarang tahun 2026 ini yang gunung-gunung (kebakaran) kan Pangrango, Rinjani, Bromo, mudah-mudahan lah tidak seperti tahun 2023,” katanya. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

