Selasa, 28 April 2026

Kehumasan Polri Harus Terapkan Komunikasi Preventif daripada Klarifikasi yang Terlambat

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ananda Maharani penyiar Radio Suara Surabaya saat menyampaikan materi kehumasan untuk institusi kepolisian di Sidoarjo, Selasa (28/4/2026). Foto: Fauzan Mg suarasurabaya.net

Pelatihan Komunikasi Publik yang digelar Polda Jawa Timur menggandeng Suara Surabaya Academy (SSA) Suara Surabaya Media, membahas sejumlah materi tentang kehumasan untuk institusi kepolisian.

Ananda Maharani penyiar Radio Suara Surabaya yang menjadi mentor Suara Surabaya Academy dalam materi kehumasan, menyampaikan bahwa dalam manajemen isu pihak kepolisian harus menekankan komunikasi preventif.

Nanda menilai, komunikasi preventif lebih kuat daripada klarifikasi yang terlambat. Hal ini harus diterapkan dalam mengelola isu kejahatan yang kerap terjadi di masyarakat.

Tujuan komunikasi preventif tersebut untuk mengimbau masyarakat supaya lebih waspada dan turut serta mencegah tindakan kejahatan, contohnya seperti aksi pencurian.

“Hal-hal lain yang bisa kita berikan kepada masyarakat. Itu mungkin terdengarnya kecil sepeleh tapi bisa berdampak untuk masyarakat. Sebelum ada kejadian yang lebih besar tentunya ya,” ujar Nanda dalam kegiatan Suara Surabaya Academy, Selasa (28/4/2026).

Selain itu Nanda memaparkan bahwa humas merupakan kinerja tim yang saling berkoordinasi antar unit namun tetap satu suara dalam menyampaikan kebenaran informasi kepada masyarakat.

Kemudian dalam konteks menangkal spekulasi informasi dan mengelola krisis, instansi kepolisian jangan sampai menunggu masalah menjadi besar baru kemudian mencari data.

“Ketika menjadi seorang humas, hal kecil ini bisa kita mitigasi di sebelumnya,” jelasnya.

Komunikasi empati juga menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi kehumasan. Sebab Polri merupakan lembaga yang mempunyai tugas untuk mengayomi masyarakat.

Lalu, Nanda juga menegaskan bahwa humas harus memiliki kemampuan untuk menerima kritik namun juga sejalan dengan tugas menjaga nama baik institusi.

“Apalagi menjaga institusi seperti saya bilang tadi menjaga institusi tapi tanpa terlihat menolak kritik. Ini yang harus kita lakukan,” ungkapnya.

Selama menerima materi tentang Kehumasan Polri, para peserta yang berasal dari Bidang Humas jajaran Polda Jatim menerapkan berbagai praktik kerja humas. Seperti menyampaikan doorstop kepada awak media, mengelola isu sensitif sampai pelatihan mitigasi kejahatan lewat komunikasi preventif. (wld/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Selasa, 28 April 2026
29o
Kurs