Jumat, 19 Juni 2026

Remaja Jadi Korban Benang Layang-layang Dekat Pondok Tjandra, Leher dan Wajah Alami Luka Parah

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi layang-layang di langit Surabaya. Foto: Dok suarasurabaya.net

Seorang remaja berusia 15 tahun, anak salah satu pendengar Radio Suara Surabaya (SS), jadi korban benang layang-layang putus saat melintas di kawasan Pondok Tjandra, Minggu (14/6/2026) sore.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka berat, yakni luka robek di bagian wajah sebelah kanan, leher, hingga jari tangannya sehingga harus menjalani operasi di rumah sakit hari ini, Senin (15/6/2026).

Sulton pendengar SS yang juga ayah korban menceritakan, insiden itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat anaknya mengendarai sepeda motor melintasi jalur putar balik di kawasan perumahan Pondok Tjandra, tepat di seberang lapangan yang kerap digunakan untuk bermain layang-layang.

Saat melintas itulah, benang layangan putus yang terbawa angin tiba-tiba melintang di tengah jalan dan langsung mengenai tubuh tiga pengendara motor, salah satunya anak Sulton yang mengalami luka parah.

“Di situ sore-sore muter yang di Pondok Tjandra itu, habis MERR mentok, habis nah putar balik situ, waktu itu (benangnya) kena tiga orang. Anak saya yang parah,” ujar Sulton menceritakan kondisi anaknya saat on air di Radio Suara Surabaya, Senin siang.

Kondisi leher anak pendengar SS yang terluka karena benang layang-layang saat melintas di sekitar Pondok Tjandra, MERR, Senin (15/6/2026). Foto: Sulton via WA SS

Menurut Sulton, luka paling parah ada di bagian wajah, tepatnya di atas mata sebelah kanan dan lehernya. Bahkan, luka sayatan membentang hampir sepanjang leher bagian depan sehingga korban harus menjalani tindakan operasi di RS Ubaya.

“(Korban) yang satu mbak-mbak berkerudung masih aman lehernya, yang (korban) satunya lagi (kena) tangannya, tapi enggak apa-apa. Yang parah anak saya, (luka sobek) di leher itu panjang, sepanjang leher yang depan itu kena semua, dua milimeter-an,” jelasnya.

Sulton menuturkan, kondisi anaknya bisa saja jauh lebih fatal apabila tidak segera bereaksi saat benang tersebut menjerat lehernya. Saat kejadian, korban berusaha menangkis benang dengan tangan kosong sambil menjatuhkan diri dari sepeda motor. Tapi, akibatnya jari telunjuk korban mengalami luka robek cukup parah.

“Tangannya ini yang telunjuk kanan, dia coba apa namanya nangkis benangnya itu(sampai) sobek telunjuk kanannya pas tengah, sigar (pecah) kukunya gitu,” ungkapnya.

Setelah terjatuh, korban langsung mendapat pertolongan dari warga dan pengguna jalan yang melintas sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Untung dia menjatuhkan diri. Kalau enggak ya, lehernya putus kayaknya. Wong itu tangan telunjuk kiri aja sampai sobek, kuku-kukunya juga sobek itu, nangkis itu,” tambahnya.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari warga sekitar, insiden serupa disebut sudah berulang kali terjadi di kawasan seberang lapangan Pondok Tjandra dan membuat pengguna jalan resah.

“Itu bukan hanya satu dua. Tiap hari katanya ada yang kena itu. Info dari yang nolong itu loh ya. Yang nolong itu kebetulan yang jual layangan di situ juga,” tutupnya. (bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 19 Juni 2026
31o
Kurs