Kelompok pesilat mengatakan bakal gelar aksi lebih besar jika DPO kasus pembacokan tidak segera ditangkap oleh pihak kepolisian, dalam aksi damai, Jumat (31/7/2026) sore, di Polrestabes Surabaya.
Bondan koordinator aksi menyampaikan, dia dan seluruh kelompok pesilatnya akan menggelar aksi lebih besar jika kasus ini berlarut-larut.
“Kalau sampai kasus ini berlarut-larut dan pelaku tidak segera tertangkap, saya pastikan seluruh kami akan bergerak lagi. Tapi saat ini kami beri kesempatan kepada beliau, jadi kkta tunggu dulu,” kata Bondan, di tengah-tengah aksi.
Dia menyampaikan akan mendatangkan lebih dari 10 ribu massa dalam aksi mendatang jika kasus itu terus berlarut-larut. Sehingga, Bondan meminta kepada para warga kelompok pesilat untuk membantu polisi memburu keberadaan DPO berinisial P.
Selain itu, Bondan juga akan mengawal kasus ini sampai tuntas hingga ada putusan inkracht dari pengadilan.
“Intinya ini adalah aksi solidaritas buat dulur-dulur kami yang dicederai. Jadi di sini kita tidak ada audiensi apa-apa, kita tidak ada kepentingan apa-apa, kita hanya memperjuangkan buat keadilan saudara kita,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan Kapolrestabes Surabaya memastikan kalau pelaku yang terlibat pembacokan akan ditangkap dan diproses hukum.
“Kami sudah menangkap satu pelaku inisial S. Sedangkan satu lagi masih DPO,” katanya saat menemui massa aksi.
Kepada massa aksi, Luthfie juga menyampaikan kalau ada yang mengetahui informasi terkait satu pelaku yang masih DPO, diminta untuk segera menyampaikan kabar tersebut.
“Saya minta jika ada informasi segera infokan dan lakukan penangkapan dan proses hukum lebih lanjut,” tutupnya.(kir/wld/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

