Validasi, lanjutnya, diperlukan untuk memastikan jumlah antrean yang masih aktif sekaligus menelusuri dana yang masih tercatat dalam rekening calon haji.
Selain data haji, Dahnil mengatakan pemerintah juga menelusuri perusahaan travel yang diduga melakukan penipuan dan perlu segera ditutup atau diberikan peringatan.
Menurut dia, pengawasan terhadap penyelenggaraan umrah penting karena sekitar 3 juta orang menjalankan ibadah umrah setiap tahun. Dengan asumsi biaya sekitar Rp30 juta per orang, nilai perputaran dana umrah mencapai sekitar Rp90 triliun per tahun.
“Dan kami sudah menelusuri mana-mana perusahaan atau travel yang harus segera kami tutup. Harus kami berikan peringatan. Nah hari ini saja di Medan misalnya ada jamaah yang terlantar. Setiap hari itu selalu ada jamaah yang terlantar dan ditipu,” tandasnya. (ant/ham/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

