Kamis, 2 Juli 2026

Kemenhaj Siapkan Rendang dan Menu Nusantara untuk Jemaah Indonesia di Puncak Haji

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Jaenal Effendi Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj memberikan keterangan usai rapat dengan para penyedia layanan konsumsi di Makkah, Arab Saudi, Jumat (15/5/2026) malam. Foto: Antara/ MCH 2026

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan ketersediaan 15 porsi makanan siap santap atau Ready to Eat (RTE) cita rasa nusantara bagi jemaah calon haji Indonesia, selama fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Jaenal Effendi Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj mengatakan menu khas Indonesia seperti rendang sengaja disiapkan untuk mengobati kerinduan jemaah terhadap Tanah Air, sekaligus memberi kenyamanan selama menjalankan ibadah haji.

“Dari dapur akan didistribusikan ke seluruh hotel yang ada. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, sehingga jemaah calon haji kita bisa tenang dalam melakukan ibadah,” kata Jaenal usai rapat dengan penyedia layanan konsumsi di Makkah, Arab Saudi, Jumat (15/5/2026) malam seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan, distribusi makanan siap santap ke hotel-hotel jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai 6 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau 23 Mei 2026.

Sementara itu, selama rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna mulai 8 Dzulhijjah siang hingga 13 Dzulhijjah pagi, layanan konsumsi jemaah akan ditangani syarikah atau perusahaan penyelenggara layanan haji Arab Saudi, yakni Rakeen Mashariq dan Albait Guest.

“Ini (makanan yang disediakan syarikah) sudah selesai, sudah siap untuk didistribusikan,” ujar Jaenal.

Kemenhaj melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga terus melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas makanan yang disiapkan bagi jemaah calon haji Indonesia.

Pengawasan dilakukan mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga memastikan keterlibatan juru masak asal Indonesia di dapur penyedia konsumsi.

Jaenal menyebut hingga saat ini para penyedia layanan konsumsi telah memenuhi tiga indikator utama pelayanan, yakni kualitas cita rasa Indonesia, takaran porsi sesuai standar, serta ketepatan waktu distribusi ke hotel-hotel jemaah.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi berkala demi memastikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah,” pungkasnya. (ant/bil/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Kamis, 2 Juli 2026
32o
Kurs