Sudaryono Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan gagasan pembuatan marketplace atau lokapasar untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), bertujuan untuk menjamin keamanan bahan bakunya. Melalui cara itu, bahan-bahan yang disediakan untuk kebutuhan MBG bisa didapatkan dengan kualitas terbaik.
“Makanya salah satu caranya saya mau membangun marketplace supaya bisa dikontrol,” kata Sudaryono di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) dikutip Antara.
Ia menyatakan, ketika bahan baku yang didapatkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih dalam kondisi segar, maka potensi terjadinya gangguan di lapangan akibat kualitas bahan seperti keracunan, bisa dicegah secara optimal.
Sudaryono juga menyatakan, lokapasar turut menjadi bagian memastikan terjaganya ketersediaan dan kualitas komoditas pangan yang digunakan oleh SPPG atau dapur MBG, memproduksi menu program MBG sesuai standar serta layak konsumsi.
“Ada daerah di luar Jawa, beberapa kabupaten itu stok ayam frozen atau ayam dinginnya hampir tidak ada sehingga kemudian menyebabkan orang membelinya asal, kadang ayamnya sudah tidak fresh dan lain sebagainya,” ucap dia.
Sudaryono menyampaikan, sebagai orang yang pernah bertugas sebagai Wakil Menteri Pertanian, maka konsentrasi mengampu pelaksanaan MBG bukan sebatas memastikan apakah seluruh penerima manfaat telah terpenuhi kebutuhan gizinya, tapi juga memberikan kejelasan terhadap perputaran perekonomian.
“Saya sudah ketemu dengan asosiasi pasar, masalahnya (harga) ayamnya tinggi namun telor murah. MBG ini emerging market, jadi dia mendistorsi pasar,” katanya.
Sebelumnya, gagasan lokapasar itu disampaikan Sudaryono pada, Kamis (17/9/2026) saat rapat bersama dengan Komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta.
Sudaryono menyatakan, terdapat tujuh komoditas prioritas yang direncanakan ditangani lewat lokapasar, yakni meliputi beras, minyak goreng, ayam, telur, daging, ikan, dan susu. (ant/bil/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

