Rabu, 21 Oktober 2026

Khofifah Terbitkan SE Ajakan Salat Istisqa Agar Jatim Segera Hujan dan Karhutla Cepat Padam

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim waktu meninjau penanganan karhutla di posko kebakaran Tahura R. Soerjo, Hutan Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/10/2026) malam. Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengajak masyarakat melakukan ikhtiar spiritual melalui salat istisqa’ dan berdoa supaya hujan segera mengguyur berbagai wilayah di Provinsi Jawa Timur.

Ajakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Salat Istisqa’, yang ditetapkan di Surabaya pada 20 Oktober 2026.

“Kemarin-kemarin sifatnya seruan lisan tapi hari ini saya menandatangani surat edaran kepada pesantren, pimpinan organisasi Islam, Dewan Masjid, MUI, untuk bisa menyelenggaran salat istisqa’ secara lebih masif, mohon kepada Allah untuk menurunkan hujan yang manfaat dan membawa Rahmat,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Surat edaran tersebut ditujukan kepada bupati/wali kota se-Jawa Timur, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta pimpinan pondok pesantren di Jawa Timur. Penerbitannya memperhatikan kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.

Dalam surat edaran tersebut, Khofifah menjelaskan sebanyak 25 kabupaten/kota telah menetapkan status kedaruratan kekeringan hingga awal Oktober 2025.

Oleh karena itu Khofifah mengimbau semua pihak supaya menggerakkan dan memfasilitasi pelaksanaan salat istisqa’ di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, sampai ke desa khususnya daerah terdampak kekeringan.

Berbagai pihak yang dihadapkan segera melaksanakan ajakan itu mulai dari Forkopimda, ulama, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, takmir masjid, pondok pesantren, ASN, serta seluruh lapisan masyarakat.

“Selain salat istisqa’, masyarakat memperbanyak istigfar, sedekah, dan doa memohon turunnya hujan, sekaligus menjaga serta menghemat penggunaan air,” ungkapnya.

Surat edaran tersebut juga mengimbau penguatan sinergi untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

Sedangkan untuk waktu dan teknis pelaksanaan salat istisqa’ disesuaikan dengan situasi dan kondisi di wilayah masing-masing daerah.

Sementara itu berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Jawa Timur baru turun hujan pada Bulan Desember hingga Februari 2027.

Analisa BMKG menyebut, sebanyak 68 dari 74 Zona Musim (ZOM) di Jawa Timur atau sekitar 90,6 persen wilayah diprediksi baru memasuki musim hujan pada Desember.

Faktor utama yang memicu mundurnya awal musim hujan dipengaruhi oleh menguatnya fenomena El Nino.

“Jadi apa yang tadi menjadi rekomendasi dari kepala balai Gakkum itu menjadi penting untuk dimitigasi bersama semuanya,” tuturnya.

Selain itu, Khofifah menyebut dampak kemarau panjang dan kondisi yang kering juga mempengaruhi upaya penanganan karhutla di Jatim.

Gubernur Jatim itu terus mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran di dalam maupun sekitar kawasan hutan, mematuhi pembatasan akses, serta segera melaporkan kemunculan api atau asap kepada petugas.

Ia juga mengingatkan keterlibatan masyarakat dalam pemadaman harus berada dalam koordinasi petugas dan didukung perlengkapan yang sesuai.

“Yang kita perjuangkan adalah keselamatan manusia dan keberlanjutan kehidupan. Petugas harus terlindungi, warga harus aman, dan sumber air harus tetap terjaga. Inilah tanggung jawab bersama yang harus kita jalankan dengan gotong royong,” tandasnya. (wld/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Rabu, 21 Oktober 2026
33o
Kurs