Jika kapal ditemukan berada di dasar laut, KNKT akan melanjutkan investigasi dengan pemeriksaan bawah air untuk memperoleh data yang dapat mendukung analisis penyebab kecelakaan.
“Pertama, kita harus memastikan di mana dulu posisi kapalnya, kemudian bagaimana kita melakukan pemeriksaan bawah airnya kalau kapalnya memang ketemu di bawah air, bukan di permukaan,” ucapnya.
Aleik mengatakan, selain pemeriksaan fisik kapal, penyelidikan juga akan mencakup berbagai aspek lain untuk mengungkap penyebab pasti terjadinya kebakaran.
Ia menyebut, nvestigasi kali ini memiliki tantangan lebih besar karena lokasi kapal berada di laut terbuka dengan kedalaman sekitar 50 meter.
Kondisi itu menurutnya, membuat kebutuhan sumber daya menjadi lebih besar dibandingkan investigasi insiden kapal terbakar yang terjadi tahun lalu.

NOW ON AIR SSFM 100

