Komando Pusat Amerika Serikat atau Central Command (CENTCOM) membantah klaim Iran soal ditutupnya lagi Selat Hormuz. CENTCOM menegaskan lalu lintas maritim internasional di jalur strategis tersebut masih berjalan di bawah pengawasan Amerika Serikat (AS).
“Iran tidak mengendalikan Selat Hormuz,” kata Tim Hawkins Juru Bicara CENTCOM, Sabtu (20/6/2026) waktu setenpat, seperti dikutip kantor berita Anadolu.
Hawkins mengatakan, pasukan AS terus memantau situasi untuk memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka.
Pernyataan itu disampaikan setelah Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengumumkan bahwa jalur perairan tersebut akan ditutup lagi. Iran menyebut keputusan itu diambil karena dugaan pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat dan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel di Lebanon.
Saat dikonfirmasi Anadolu, Pentagon mengarahkan pertanyaan kepada CENTCOM. Kemudian, CENTCOM menyatakan tidak memiliki komentar tambahan selain penegasan sebelumnya bahwa pasukan AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan seluruh aspek kesepakatan dengan Iran dipatuhi.
CENTCOM juga melaporkan bahwa jalur aman pelayaran masih tetap terjaga. Sebanyak 55 kapal dagang disebut baru-baru ini melintas di Selat Hormuz untuk mengirimkan lebih dari 17 juta barel minyak. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

