“Heli sudah terbang, tapi ada kabut sehingga jarak pandang rendah. Namun demikian tetap terus dilakukan pencarian di titik-titik yang diduga disinggahi atau dilintasi kapal yang sedang dicari,” katanya.
Nezar meminta masyarakat mengacu pada informasi resmi Tim SAR terkait perkembangan operasi pencarian untuk menghindari beredarnya informasi yang tidak terverifikasi.
“Sebaiknya informasi yang diterima adalah informasi resmi dari tim SAR,” ujarnya.
Peristiwa ini bermula saat rombongan jurnalis berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Rombongan tersebut menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik. Namun, kapal yang mereka tumpangi kemudian hilang kontak di perairan Selat Sunda.

NOW ON AIR SSFM 100

