Sabtu, 22 Agustus 2026

Kortastipidkor Polri Naikkan Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara PLTU ke Tahap Penyidikan

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Bareskrim Polri menggelar konferensi pers di Gedung Awaloedin Djamin, Jakarta pada Selasa (7/7/2026). Foto: Humas Polri

Namun, besaran kerugian negara masih menunggu hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Brigjen Pol. Roberthus Yohanes De Deo Tresna Eka Trimana Direktur Tindak Pidana Kortastipidkor mengungkapkan, penyidik menduga terjadi manipulasi dokumen kualitas batu bara, manipulasi kuantitas pasokan, hingga pembayaran kontrak yang tidak sesuai dengan kondisi pasokan sebenarnya.

Menurutnya, dugaan penyimpangan tersebut tidak hanya berpotensi merugikan keuangan negara, tetapi juga mengganggu pasokan batu bara ke sejumlah PLTU yang bisa memicu pemadaman listrik di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, sebagian Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga sebagian Jabodetabek.

“Akibat perbuatan tersebut, ditambah dengan kerugian perekonomian akibat terjadinya blackout, diindikasikan telah terjadi kerugian keuangan negara dan/atau perekonomian negara sekitar Rp5 triliun. Namun demikian, nilai kerugian tersebut masih bersifat sementara dan saat ini masih dikoordinasikan dengan BPK RI untuk dilakukan audit investigatif secara resmi,” ujarnya.

Sejauh ini penyidik telah meminta keterangan terhadap 16 pihak. Sebelumnya, Kortastipidkor melayangkan 34 undangan klarifikasi, namun baru 16 orang yang memenuhi panggilan.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Sabtu, 22 Agustus 2026
27o
Kurs