Ia menegaskan kehadiran pemerintah di rumah duka merupakan bentuk penghormatan sekaligus kepedulian negara terhadap keluarga peserta yang meninggal saat menjalani pelatihan.
“Kami datang ke sini dengan mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda Rifki pada saat pelatihan SPPI. Saya atas nama negara tentunya hadir untuk memberikan ucapan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” kata Dudung.
Usai berdialog dengan keluarga, Dudung bersama jajaran pemerintah daerah dan TNI melakukan ziarah ke makam almarhum serta menyerahkan santunan kepada pihak keluarga.
Kelima peserta yang meninggal diketahui berasal dari sejumlah satuan pendidikan (satdik), yakni Yonanda Muhammad Taufiq dari Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Anisa Muyassaroh dari Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, Novia Rahmadhani Sihotang dari Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dari Satdik Yon PARAKO 465, serta Nola Dya Sari dari Satdik C Kalimantan.
Katanya kelima peserta tersebut memiliki kondisi medis yang berbeda-beda. Namun sebelum mengikuti pendidikan, seluruh peserta telah menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari tes laboratorium darah dan urine, tes kehamilan, rontgen thoraks, elektrokardiogram (EKG), USG abdomen, hingga pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh, dan kesehatan jiwa sesuai ketentuan yang berlaku. (lea/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

