Manoj menyebut India bisa berkontribusi dalam sejumlah bidang strategis, termasuk kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan investasi. Peluang itu dinilai semakin terbuka karena hubungan kedua negara tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga kedekatan antarmasyarakat.
“Mungkin India bisa kontribusi dalam beberapa bidang termasuk kesehatan, pendidikan dan pariwisata. Selain itu mungkin kita bisa minta investasi dari beberapa perusahaan India yang bisa investasi di Indonesia khusus di Jawa Timur, Jawa Tengah,” kata Manoj.
Khusus Surabaya, Manoj yang sudah sejak tahun 2024 ditugaskan di wilayah Jatim dan Jateng mengaku melihat ada pontensi besar untuk menjadi pintuk masuk bagi wisatawan India. Menurutnya, selama ini, wisatawan India merupakan pasar terbesar kedua di Bali setelah Australia.
Karena itu, ia ingin perjalanan wisatawan India tidak hanya berhenti di Bali, tetapi diperluas melalui rute-rute baru dari Surabaya.
Manoj mengatakan, wisatawan India memiliki karakter yang kuat sebagai pasar pariwisata karena cenderung tinggal, berbelanja, dan menikmati destinasi secara lebih luas. Karenanya, kata dia, Surabaya bisa dikembangkan sebagai gerbang utama untuk paket wisata Jatim, Jateng, hingga Bali.

NOW ON AIR SSFM 100

