“Yang wisatawan dari India itu mereka benar-benar mau belanja, mau enjoy. Travelers itu kita mau ajak mereka datang ke Surabaya. Supaya satu rute mereka bisa Surabaya, Bromo, (Kawah) Ijen, Bali,” ujarnya.
Selain rute wisata alam, Manoj juga melihat peluang pengembangan rute wisata sejarah dan budaya dari Surabaya menuju Trowulan di Mojokerto, Solo, Yogyakarta, hingga Semarang. Jalur ini dinilai dapat menarik wisatawan India karena memiliki kedekatan sejarah dan budaya dengan India.
“Surabaya bisa jadi salah satu gerbang untuk beberapa tempat wisata yang menarik sekali. Termasuk Kota Batu, termasuk Candi Penataran (Kabupaten Blitar), termasuk Jolotundo (Kabupaten Mojokerto), Madakaripura, Bromo, Ijen. Kalau ke barat kita bisa ke Solo, Surakarta, ke Prambanan. Itu banyak kesempatan. Cuma kita mesti atur supaya kita punya paket-paket yang bagus,” jelasnya.
Manoj mengatakan, ia sudah mulai membicarakan konsep paket wisata itu dengan pelaku pariwisata. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, kunjungan wisatawan India melalui Surabaya bisa ikut menggerakkan ekonomi Jatim dan Jateng.
“Setiap kali wisatawan datang mereka pasti akan menginap di Surabaya. Berarti Surabaya menjadi hub. Satu atau dua hari mereka bisa di sini juga. Secara otomatis ekonomi Surabaya dan Jawa Timur, Jawa Tengah bisa meningkat,” katanya.

NOW ON AIR SSFM 100

