Kunjungan Narendra Modi Perdana Menteri India ke Yogyakarta, Rabu (8/7/2026) kemarin, dinilai membuka peluang besar bagi penguatan hubungan Indonesia dan India, terutama di sektor investasi, pariwisata, pendidikan, kesehatan, dan kerja sama budaya.
Manoj Bhat Konsul Kehormatan Republik India di Surabaya mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan dua negara yang memiliki kedekatan sejarah panjang.
“Kalau India sama Indonesia, saya bisa bilang kita adalah dua negara yang saudara. Kita punya latar belakang sejarah yang bagus sekali. Kita punya hubungan yang ribuan tahun termasuk bahasa, makanan, juga budaya,” kata Manoj saat on air di Radio Suara Surabaya, Kamis (9/7/2026) malam.
Menurut Manoj, kedatangan PM Modi akan membawa dampak positif bukan hanya untuk hubungan diplomatik Indonesia dan India, tetapi juga untuk daerah, terutama Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng). Ia berharap kunjungan itu dapat mendorong lebih banyak perusahaan India berinvestasi di dua wilayah tersebut.
“Kedatangan Pak Modi adalah satu hadiah bagi masyarakat Indonesia yang mereka bisa manfaatkan dalam waktu yang akan datang. Kita punya masa depan bersama pasti luar biasa,” ujarnya.
Manoj menyebut India bisa berkontribusi dalam sejumlah bidang strategis, termasuk kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan investasi. Peluang itu dinilai semakin terbuka karena hubungan kedua negara tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga kedekatan antarmasyarakat.
“Mungkin India bisa kontribusi dalam beberapa bidang termasuk kesehatan, pendidikan dan pariwisata. Selain itu mungkin kita bisa minta investasi dari beberapa perusahaan India yang bisa investasi di Indonesia khusus di Jawa Timur, Jawa Tengah,” kata Manoj.
Khusus Surabaya, Manoj yang sudah sejak tahun 2024 ditugaskan di wilayah Jatim dan Jateng mengaku melihat ada pontensi besar untuk menjadi pintuk masuk bagi wisatawan India. Menurutnya, selama ini, wisatawan India merupakan pasar terbesar kedua di Bali setelah Australia.
Karena itu, ia ingin perjalanan wisatawan India tidak hanya berhenti di Bali, tetapi diperluas melalui rute-rute baru dari Surabaya.
Manoj mengatakan, wisatawan India memiliki karakter yang kuat sebagai pasar pariwisata karena cenderung tinggal, berbelanja, dan menikmati destinasi secara lebih luas. Karenanya, kata dia, Surabaya bisa dikembangkan sebagai gerbang utama untuk paket wisata Jatim, Jateng, hingga Bali.
“Yang wisatawan dari India itu mereka benar-benar mau belanja, mau enjoy. Travelers itu kita mau ajak mereka datang ke Surabaya. Supaya satu rute mereka bisa Surabaya, Bromo, (Kawah) Ijen, Bali,” ujarnya.
Selain rute wisata alam, Manoj juga melihat peluang pengembangan rute wisata sejarah dan budaya dari Surabaya menuju Trowulan di Mojokerto, Solo, Yogyakarta, hingga Semarang. Jalur ini dinilai dapat menarik wisatawan India karena memiliki kedekatan sejarah dan budaya dengan India.
“Surabaya bisa jadi salah satu gerbang untuk beberapa tempat wisata yang menarik sekali. Termasuk Kota Batu, termasuk Candi Penataran (Kabupaten Blitar), termasuk Jolotundo (Kabupaten Mojokerto), Madakaripura, Bromo, Ijen. Kalau ke barat kita bisa ke Solo, Surakarta, ke Prambanan. Itu banyak kesempatan. Cuma kita mesti atur supaya kita punya paket-paket yang bagus,” jelasnya.
Manoj mengatakan, ia sudah mulai membicarakan konsep paket wisata itu dengan pelaku pariwisata. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, kunjungan wisatawan India melalui Surabaya bisa ikut menggerakkan ekonomi Jatim dan Jateng.
“Setiap kali wisatawan datang mereka pasti akan menginap di Surabaya. Berarti Surabaya menjadi hub. Satu atau dua hari mereka bisa di sini juga. Secara otomatis ekonomi Surabaya dan Jawa Timur, Jawa Tengah bisa meningkat,” katanya.
Selain pariwisata, sektor pendidikan juga menjadi salah satu peluang penting setelah kunjungan PM Modi. Manoj menyebut Indian Institute of Management Bangalore atau IIMB, salah satu institut manajemen bisnis terbaik, direncanakan membuka kampus cabang di Singosari, Kabupaten Malang, Jatim.
Kehadiran IIMB di Jatim diharapkan memberi akses pendidikan kelas dunia bagi masyarakat lokal tanpa harus belajar ke luar negeri. Selain itu, menurutnya pendidikan menjadi salah satu sektor yang dapat memperkuat hubungan jangka panjang antara masyarakat Indonesia dan India.
Manoj juga menyinggung kemungkinan kerja sama yang lebih luas di sektor kesehatan. Menurutnya, India memiliki kekuatan di bidang pendidikan dan layanan medis yang dapat dikembangkan bersama Indonesia.
“Saya rasa banyak orang dari India mungkin bisa buka pendidikan di sini, bahkan mau buka rumah sakit juga di sini. Itu akan sangat bagus karena India pendidikan dan perawatan medis itu paling bagus di dunia,” katanya.
Ia berharap agar Indonesia dan India dapat maju bersama melalui kerja sama yang saling menguntungkan. “Maju bersama, bahagia bersama,” pungkas Manoj. (bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

