Eri menjelaskan, pengelolaan sport center akan diserahkan kepada LPMK secara ex-officio bersama warga sekitar. Fasilitas ini juga bisa disewakan secara komersial, dengan catatan pendapatannya digunakan untuk biaya pemeliharaan agar tidak kembali membebani APBD Pemkot Surabaya.
“Saya nyuwun tolong (minta tolong), kalau sudah dikelola dan disewakan, pemasukannya dihitung dengan baik. Jangan sampai ada uang sewanya, tapi lapangannya rusak, lalu ajukan proposal lagi ke Pemkot. Manajemennya harus jalan untuk pemeliharaan,” tegasnya.
Selain untuk olahraga, keberadaan Lapangan Potro Agung Sport Center juga diharapkan ikut menggerakkan ekonomi warga, terutama melalui pelibatan UMKM lokal saat ada kegiatan.
Eri juga berharap fasilitas ini menjadi ruang publik positif bagi anak-anak muda Surabaya untuk berkumpul, berolahraga, dan mempererat silaturahmi. Pemkot Surabaya juga akan menyiapkan penerangan maksimal agar area tersebut tidak disalahgunakan pada malam hari.
“Jangan sampai kalau malam atau sudah sepi, malah dipakai buat yang negatif. Makanya nanti dipadangi (diterangi) yang terang biar tidak ada yang berani. Tempat ini harus jadi pusat kegiatan positif anak muda,” imbuhnya.

NOW ON AIR SSFM 100

