Senin, 6 Juli 2026

Lapangan Potro Agung Surabaya Jadi Sport Center Usai Revitalisasi Rp2,4 Miliar

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, saat mengikuti laga mini soccer bersama para pemain Persebaya Legend pada Minggu (5/7/2026) pagi. Foto: Pemkot Surabaya

Lapangan Potro Agung di Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, kini resmi berubah menjadi sport center. Lapangan yang sebelumnya dikenal gersang dan berpasir itu telah direvitalisasi menjadi fasilitas olahraga terpadu yang lebih hijau dan modern.

Peresmian sport center tersebut ditandai dengan laga mini soccer yang diikuti Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, bersama para pemain Persebaya Legend pada Minggu (5/7/2026) pagi.

Fasilitas olahraga ini dibangun di atas lahan seluas 4.700 meter persegi. Di dalamnya tersedia lapangan mini soccer, jogging track, lapangan basket, dan lapangan voli.

Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, mengatakan revitalisasi Lapangan Potro Agung merupakan tindak lanjut usulan warga melalui RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dalam Musrenbang 2024.

“Apapun akan terus kita perbaiki untuk Surabaya. Tapi memang anggarannya harus bergantian (skala prioritas). Nah, sekarang Lapangan Potro Agung yang legendaris ini sudah selesai dibangun dengan anggaran Rp2,4 miliar,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi, dikutip dari laman surabaya.go.id.

Eri menjelaskan, pengelolaan sport center akan diserahkan kepada LPMK secara ex-officio bersama warga sekitar. Fasilitas ini juga bisa disewakan secara komersial, dengan catatan pendapatannya digunakan untuk biaya pemeliharaan agar tidak kembali membebani APBD Pemkot Surabaya.

“Saya nyuwun tolong (minta tolong), kalau sudah dikelola dan disewakan, pemasukannya dihitung dengan baik. Jangan sampai ada uang sewanya, tapi lapangannya rusak, lalu ajukan proposal lagi ke Pemkot. Manajemennya harus jalan untuk pemeliharaan,” tegasnya.

Selain untuk olahraga, keberadaan Lapangan Potro Agung Sport Center juga diharapkan ikut menggerakkan ekonomi warga, terutama melalui pelibatan UMKM lokal saat ada kegiatan.

Eri juga berharap fasilitas ini menjadi ruang publik positif bagi anak-anak muda Surabaya untuk berkumpul, berolahraga, dan mempererat silaturahmi. Pemkot Surabaya juga akan menyiapkan penerangan maksimal agar area tersebut tidak disalahgunakan pada malam hari.

“Jangan sampai kalau malam atau sudah sepi, malah dipakai buat yang negatif. Makanya nanti dipadangi (diterangi) yang terang biar tidak ada yang berani. Tempat ini harus jadi pusat kegiatan positif anak muda,” imbuhnya.

Eri menegaskan, Pemkot Surabaya akan mengevaluasi pengelolaan fasilitas ini setiap tiga bulan. Evaluasi dilakukan agar sport center tetap terawat dan tidak bernasib seperti sejumlah fasilitas umum yang terbengkalai setelah diserahkan kepada warga.

“Banyak lapangan sepak bola yang dikelola tertentu, disewakan, tapi saat rusak kembali minta ke Pemkot. Ini kerja sama pengelolaan akan kami evaluasi setiap 3 bulan sekali. Kalau perawatannya bagus, kerja sama diteruskan. Ini yang namanya gotong royong,” pungkasnya.(iss/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 6 Juli 2026
31o
Kurs